Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
Rupiah terhadap Dolar AS Senin Sore Parkir di Rp17.843/USD
Ade Hapsari Lestarini • 22 June 2026 17:48
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Senin sore melemah 39 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.843 per USD dari sebelumnya Rp17.804 per USD. Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini bergerak menguat di level Rp17.819 per USD dari sebelumnya Rp17.826 per USD.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini disebabkan pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait potensi aksi militer di Lebanon.
"Sentimen pasar terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer tambahan kecuali Iran mengambil langkah untuk mengendalikan kelompok Hizbullah yang beroperasi di Libanon. Komentar tersebut muncul ketika Wakil Presiden ASD JD Vance membuka babak baru pembicaraan diplomatik dengan perwakilan Iran di Swiss," ucap dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 22 Juni 2026.

Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Pertemuan AS-Iran
Dalam pertemuan di Swiss, Iran disebut telah mendapatkan pengecualian untuk ekspor minyak dan petrokimia, sehingga meredakan kekhawatiran tentang kekurangan pasokan di pasar global. dan menekan harga minyak mentah.
Para pejabat tinggi AS dan Iran menyelesaikan putaran pertama pembicaraan mereka di Swiss pada hari ini, yang dimulai dari Minggu, 21 Juni 2026, berdasarkan nota kesepahaman yang dicapai pekan lalu untuk memperpanjang gencatan senjata yang rapuh dari April setidaknya selama 60 hari lagi.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan "kemajuan yang baik" telah dicapai selama pembicaraan di Swiss. Adapun mediator dari Qatar dan Pakistan mengatakan para negosiator telah menyepakati peta jalan menuju kesepakatan yang lebih luas.
"Perhatian pasar pada data ekonomi AS minggu ini, terutama pada perkiraan terakhir angka Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal pertama 2026 dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), ukuran inflasi pilihan The Fed akhir pekan ini untuk petunjuk baru tentang arah kebijakan moneter," ungkap Ibrahim.