Mobil Tim Inafis Satreskrim Polres Situbondo, Jawa Timur, di depan kamar jenazah RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. ANTARA/Novi Husdinariyanto.
Kasus Pembunuhan Keluarga di Situbondo Masih Misterius, Polisi Tunggu Hasil Labfor
Amaluddin • 9 January 2026 15:28
Surabaya: Dua pekan sejak tragedi pembunuhan satu keluarga di Situbondo, Jawa Timur, kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut. Polda Jawa Timur memastikan proses penyelidikan berjalan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik tewasnya tiga anggota keluarga di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki.
Tim gabungan Ditreskrimum Polda Jawa Timur dan Polres Situbondo hingga kini masih menganalisis berbagai temuan di lapangan. Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, penyidik telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi dari berbagai latar belakang.
“Hingga kini penyidik telah memeriksa 15 orang saksi dari berbagai latar belakang, termasuk keluarga dekat, tetangga, dan pihak yang terakhir berinteraksi dengan para korban,” kata Jumhur saat dikonfirmasi, Jumat, 9 Januari 2026.
(1).jpg)
Ilustrasi pembunuhan. (Metrotvnews.com)
Jumhur menegaskan penyelidikan masih berlangsung. Menurut Jumhur, penyidik masih menunggu hasil lengkap olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk pemeriksaan dari Tim Identifikasi Inafis dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.
“Masih proses penyelidikan ya. Sabar ya,” ujarnya.
Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada Minggu, 28 Desember 2025, sekitar pukul 07.00 WIB. Warga setempat menemukan tiga anggota keluarga dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumah mereka.
Muhammad Hasim ditemukan di area antara dapur dan kamar mandi, sedangkan Suningsih dan Umi Rahmania berada di dalam kamar. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyatakan tubuh para korban mengalami luka akibat senjata tajam di bagian leher.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah pisau yang ditemukan di dalam bak kamar mandi serta lima unit telepon genggam. Seluruh barang bukti tersebut kini tengah dianalisis oleh Labfor untuk mengidentifikasi sidik jari, DNA, maupun petunjuk lain yang dapat mengarah pada pelaku.
Meski telah memeriksa belasan saksi dan mengamankan barang bukti, Polda Jawa Timur menegaskan belum menyimpulkan motif maupun terduga pelaku. Penyidik memastikan proses dilakukan secara hati-hati agar hasil penyelidikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.