Bocah 6 Tahun Diduga Kesetrum saat Dipersekusi di Taman Kramat Pulo

Ilustrasi kekerasan anak. Foto: Medcom.id.

Bocah 6 Tahun Diduga Kesetrum saat Dipersekusi di Taman Kramat Pulo

Christian • 10 June 2026 18:28

Jakarta: MWP, 6, diduga menjadi korban persekusi di Taman Kramat Pulo, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Minggu malam, 7 Juni 2026. Korban sempat koma dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“Cucu saya itu datang main ke taman sekitar pukul 18.30 hingga sekitar pukul 19.30 WIB di Taman Kramat. Saya dapat kabar dari anak saya, Vira, bahwa cucu saya MWP kejang-kejang,” ucap nenek korban, Linda Reselin, 56, saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu, 10 Juni 2026.

Linda bertanya kepada Vira terkait penyebab cucunya mengalami kejang-kejang. Dari keterangan Vira, cucunya tersengat listrik di salah satu tiang yang berada di dalam area taman Kramat Pulo.

Linda kemudian memastikan dugaan tersebut dengan memeriksa kamera pengawas (CCTV) pada keeseokan harinya. Dalam rekaman tersebut, dia menyebut cucunya dipersekusi dua orang.

"Di dalam rekaman terlihat cucu saya dipersekusi oleh dua orang yang diketahui berinisial LNG dan RVN. Cucu saya sempat diseret, dan dibawa ke tiang yang ternyata tiang tersebut ada aliran listriknya hingga menyebabkan cucu saya kesetrum,” ungkap Linda. 

Linda mengatakan cucunya sempat pingsan di lokasi taman. Dia juga menyebut wajah cucunya disiram air namun tidak kunjung sadarkan diri. 

“Persekusi terhadap cucu saya cukup kejam juga. Cucu saya juga mengalami benjol pada kepala bagian belakang kepala karena sempat dibanting,” ucap Linda.

Ilustrasi perundungan. Foto: Medcom.id.

Linda mengatakan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat. Namun hingga saat ini, belum ada yang diamankan petugas kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatan dalam persekusi MWP.

“Tersangka diketahui belum ada yang ditahan. Saya minta keadilan atas cucu saya berumur 6 tahun yang dipersekusi,” sebut Linda.

Selain itu, Linda mengatakan pihak keluarga belum melakukan visum. Sebab, belum ada surat dari kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan.

“Kalau sekarang cucu saya sudah sadar tapi dia masih takut kalau ketemu orang. Ini juga belum divisum hingga saat ini karena belum ada surat dari kepolisian," ujar Linda.

Sementara itu, Asep, mantan ketua RT 06 RW 08, membenarkan adanya anak berumur 6 tahun yang dipersekusi hingga kesetrum di dalam area taman. Dia menyebut persekusi dilakukan dua remaja.

"Diketahui yang melakukan persekusi adalah remaja SMA dan anak SMP,” kata Asep.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak terkait terhadap permasalahan kebocoran listrik. Menurut dia, gangguan tersebut sudah diperbaiki.

“Hingga saat ini memang masih ditutup," ujar Asep.

(Anggi Tondi)