Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur/Metro TV/Candra
Suap Importasi, KPK: Kelompok di Bea Cukai Siapkan Mobil Operasional
Candra Yuri Nuralam • 27 February 2026 22:10
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap mobil operasional, yang disiapkan tersangka kasus dugaan suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai. Kendaraan itu diduga dibeli pakai uang hasil suap.
"Jadi kelompok ini ya para oknum ini, ini membuat mobil operasional," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 27 Februari 2026.
Budi mengatakan uang operasional itu diketahui penyidik atas temuan BPKB saat pencarian barang bukti dilakukan. Saat pendalaman temuan, mobil operasional itu berisikan uang.
"Bahkan ada sebagian dari uang yang dulu kita temukan itu ditemukan di mobil operasionalnya," ucap Asep.
Menurut Asep, para tersangka sengaja menaruh uang di dalam operasional. Dana yang ada di kendaraan itu cuma digunakan dalam keadaan mendesak.
"Jadi ada juga uang itu yang disimpan mobil operasional itu untuk kebutuhan-kebutuhan yang mendesak gitu," ujar Asep.
Asep tidak memerinci keadaan mendesak yang dimaksud oleh para tersangka. Tapi, kata dia, yang itu disiapkan agar para tersangka tidak bolak-balik ke safe house untuk mengambil uang.
"Jadi tidak harus ngambil dulu ke safe house gitu ya. Itu kalau ada keperluan mungkin dia membutuhkan untuk membeli apa atau memberikan kepada siapa sejumlah uang, ya dia ngambil langsung dari yang ada di mobil operasional," kata Asep.
KPK mengembangkan kasus dugaan suap importasi di Ditjen Bea Cukai. Pegawai Ditjen Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo (BPP) ditangkap.
Penyidik langsung membawa Bayu ke Gedung Merah Putih KPK usai ditangkap. Sebelum upaya paksa itu dilakukan, KPK lebih dulu menetapkan Budiman sebagai tersangka.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur/Metro TV/Candra
KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Rizal (RZL); Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Sispiran Subiaksono (SIS); Kepala Seksi Intelijen Ditjen Bea dan Cukai Orlando Hamonangan (ORL); Pemilik PT Blueray (BR) John Field; Ketua Tim Dokumentasi Blueray Andri (AND); dan Manager Operasional Blueray Dedy Kurniawan (DK).
Mereka terseret kasus dugaan rasuah terkait importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai.