Wakapolri: Arus Lalu Lintas Keluar Jakarta Lancar

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo. Foto: Antara.

Wakapolri: Arus Lalu Lintas Keluar Jakarta Lancar

Anggi Tondi Martaon • 14 March 2026 13:30

Jakarta: Wakapolri Komisaris Jenderal  Dedi Prasetyo mengatakan bahwa arus lalu lintas keluar Jakarta pada hari kedua Operasi Ketupat 2026, Sabtu, 14 Maret 2026, terpantau berjalan lancar. Hal itu berdasarkan pemantauan lewat udara.

"Secara umum, saya pantau dari udara, arus lalu lintas yang keluar Jakarta berjalan sangat lancar dan meskipun sudah ada peningkatan, tetapi dalam kategori masih sangat lancar," kata Dedi saat dikutip dari Antara, Sabtu, 14 Maret 2026.

Selain lalu lintas, Dedi mengungkapkan bahwa situasi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) juga kondusif. Dia berharap lalu lintas dan keamanan selalu dalam situasi baik.

"Secara umum situasi Kamtibmas juga dalam kondisi yang sangat kondusif. Arus lalu lintas meskipun sudah ada peningkatan juga masih dalam kategori semuanya bisa dikendalikan dengan sangat baik,” ucapnya.

Usai memantau lalu lintas lewat udara, Wakapolri meninjau kesiapan infrastruktur teknologi di Command Center KM 29. Dengan teknologi yang ada di pusat kendali tersebut, dapat diketahui kondisi terkini kondisi jalan tol.

Ia mengatakan dari pantauan pada beberapa ruas tol sampai dengan Cikampek, sampai dengan Cirebon, sampai dengan perbatasan Jawa Tengah di Tol Kalikangkung, serta sampai masuk ke exit Jawa Timur, Ngawi, kondisi lalu lintas terpantau sangat lancar.

"Kita lihat juga tol yang mengarah ke Merak juga dalam kondisi yang sangat lancar. Di Merak sudah di exit Cilegon, sudah dilakukan upaya-upaya pengalihan khususnya kendaraan sumbu tiga, dikeluarkan ke luar jalan tol, yaitu ke jalur arteri," ucapnya.

Ilustrasi mudik. Foto: Medcom.id.

Operasi Ketupat 2026 berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret sampai 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.

Polri telah menyiapkan 2.746 pos yang terdiri atas 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu, sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.

Pengamanan juga akan difokuskan terhadap 185.607 objek berupa masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)