Sejumlah petugas gabungan memindahkan korban longsor gunungan sampah ke kantung jenazah usai ditemukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). Berdasarkan data sementara dari Basarnas DKI Jakarta pada
Jasad Korban Longsor di TPST Bantargebang Kembali Ditemukan
Siti Yona Hukmana • 9 March 2026 14:57
Jakarta: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta kembali menemukan jasad korban yang tertimbun longsoran gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sehingga, total ditemukan lima jenazah.
“Satu jenazah ditemukan siang tadi, sehingga total ada lima orang yang meninggal dunia,” kata Humas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta Romli Prasetyo di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 9 Maret 2026.
Petugas masih mencari empat orang lagi yang diduga masih tertimbun. “Sejauh ini empat orang yang selamat,” ujar Romli.
Sementara korban meninggal ialah pemilik warung Enda Widayanti, 25; pemilik warung Sumine, 60; supir truk Dedi Sutrisno; dan Irwan Supriatin.
“Ditambah satu jasad lagi yang baru ditemukan petugas. Kami masih mencari empat orang korban yang belum ditemukan” kata Romli.
.jpeg)
Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq (berbaju putih) memantau proses evakuasi dan pencarian korban longsor sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto: ANTARA/HO-KLH.
Sebanyak 366 personel gabungan diturunkan mencari para korban. Petugas itu mulai dari Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, Polres Metro Bekasi, Polsek Bantar Gebang, Koramil, Damkar Bekas, TNI Batalyon Armed 7/Biring Galih, Dalmas Polda Metro Jaya, Satbrimobda, Ditsamapta dan lainnya.
Personel SAR gabungan melakukan pembukaan akses menggunakan alat berat, seperti beko dan pengerahan unit satra atau K-9 untuk mencari tanda-tanda adanya korban. “Selain itu, telah mengerahkan alat bantuan untuk melakukan evakuasi,” ungkap Romli.