Rupiah Melemah, Rosan: Masih Diterima Investor Luar

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani. Foto: Dok istimewa

Rupiah Melemah, Rosan: Masih Diterima Investor Luar

Insi Nantika Jelita • 15 January 2026 17:46

Jakarta: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menilai pelemahan rupiah masih dalam kisaran wajar yang dapat diterima oleh investor. Ia menjelaskan, pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) memang tidak selalu meningkat secara linear, melainkan naik dan turun secara dinamis. 

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah sempat melemah 0,15 persen ke level Rp16.880 per dolar AS. Posisi ini menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang masa.

"Saya melihat (pelemahan rupiah) ini masih dalam range yang sangat diterima oleh investor luar," ungkap Rosan di kantor BKPM, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Menurutnya, para investor sudah memperhitungkan risiko pergerakan nilai tukar ketika memutuskan menanamkan modal di Indonesia.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Gejolak geopolitik faktor eksternal yang diwaspadai

Menanggapi ketidakpastian global dan risiko geopolitik, Rosan menyatakan sejumlah gejolak internasional berada di luar kendali Indonesia. Ia mencontohkan konflik atau tindakan ekstrem antarnegara, seperti ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Venezuela, sebagai faktor eksternal yang tidak bisa dikendalikan pemerintah.

Namun, Rosan menegaskan pemerintah terus fokus pada aspek-aspek yang berada dalam kendali nasional, terutama perbaikan regulasi dan kebijakan agar semakin ramah terhadap investasi. Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih kondusif dan mampu meredam dampak ketidakpastian global.

"Yang di dalam negeri, kita kontrol dan selalu perbaiki. Terutama dari apa Dari segi regulasi dan juga kebijakan," tegasnya.

Ia mengakui ketegangan geopolitik dapat berdampak pada arus investasi dunia, karena negara-negara yang sibuk dengan masalah internal cenderung mengurangi aktivitas investasinya. Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki keunggulan karena sumber dan sebaran investasinya relatif terdiversifikasi, dengan komitmen investor yang tetap kuat.

Rosan juga menuturkan pemerintah secara aktif menjaga komunikasi dengan para investor, baik melalui pertemuan langsung maupun daring, serta melalui kunjungan delegasi. Pendekatan ini dilakukan untuk memahami kebutuhan investor.

"Kami reach out ke mereka, mendengarkan apa sih kebutuhan mereka, apa sih yang mereka perlukan, apa sih yang perlu ditingkatkan agar segi ketidakpastian itu lebih mengecil," pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)