Warga Jaktim Keluhkan Kriminalitas Tinggi, Sahroni Minta Polisi Bersihkan Semua!

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, saat melakukan kunker reses di GOR Otista, Jakarta Timur. Foto: Istimewa.

Warga Jaktim Keluhkan Kriminalitas Tinggi, Sahroni Minta Polisi Bersihkan Semua!

Anggi Tondi Martaon • 27 September 2026 19:52

Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni bakal mengawal aspirasi masyarakat Jakarta Timur (Jaktim). Mereka mengeluhkan tingginya kriminalitas di wilayah tersebut, seperti tawuran, begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan lain sebagainya. 

Sahroni langsung meminta penegak hukum memberikan perhatian penuh terhadap keresahan masyarakat tersebut. Tindakan tegas harus dilakukan untuk menimbulkan efek jera.

“Jakarta Timur ini sangat disayangkan tingkat kriminalitasnya masih tinggi, khususnya soal tawuran. Maka dari itu, saya sudah minta ke Kapolda Metro, Kapolres Jaktim, Kapolsek wilayah, untuk tangkep-tangkepin aja para kriminal ini. Dan kasih efek jera dulu, baru dikeluarin, biar tidak mengulangi," kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Minggu, 27 September 2026.

Hal itu disampaikan Sahroni saat melakukan kunjungan kerja (kunker) Masa Reses Anggota DPR RI dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat di GOR Otista, Jakarta Timur. Adapun ribuan masyarakat yang juga merupakan struktur NasDem DKI Jakarta turut menghadiri acara tersebut.
 


Lebih lanjut, Sahroni pun turut meminta pihak kepolisian proaktif merespons setiap laporan masyarakat. Baik yang diterima via laporan, ataupun yang viral melalui media sosial.

"Sekarang pokoknya kalau ada kasus-kasus yang viral di media sosial, itu polisi jemput bola aja. Langsung usut," ungkap Sahroni.

Menurut dia, polisi harus merespons dengan cepat semua laporan dan temuan tindak pidana yang terjadi. Respons cepat diperlukan untuk memberikan rasa aman di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, saat melakukan kunker reses di GOR Otista, Jakarta Timur. Foto: Istimewa.

"Jika perlu, Semua laporan masyarakat harus beres dalam 1x24 jam. Jadi masyarakat benar-benar merasa aman dan terbantu,” ujar Sahroni.

Kegiatan reses Sahroni ditutup dengan pemberian bantuan untuk para orang tua tunggal. Sahroni juga memberikan dukungan pendidikan bagi anak muda yang hadir.

(Anggi Tondi)