Ilustrasi. Foto: Freepik.
Stres Utang Pinjol Menumpuk? Simak 7 Tips Melunasinya
Eko Nordiansyah • 12 October 2026 16:23
Jakarta: Pinjaman online (pinjol) yang menumpuk dapat membebani kondisi keuangan jika tidak dikelola dengan baik. Untuk mengatasinya, masyarakat perlu menyusun strategi pelunasan utang sekaligus memperbaiki kebiasaan mengatur keuangan.
Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan ialah mengevaluasi seluruh pinjaman, mulai dari jumlah utang, bunga, biaya, hingga tanggal jatuh tempo. Dengan mengetahui total kewajiban, rencana pelunasan dapat disusun sesuai kemampuan finansial.
Melansir laman resmi Pegadaian, terdapat sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk keluar dari jeratan pinjol dan menghindari siklus utang berulang.
7 tips keluar dari jeratan pinjol
1. Evaluasi seluruh pinjaman
Catat semua utang yang dimiliki, termasuk jumlah pokok, bunga atau biaya, serta tanggal jatuh tempo. Hitung pula pemasukan dan pengeluaran bulanan untuk mengetahui kemampuan membayar cicilan.2. Pangkas pengeluaran yang tidak perlu
Kurangi pengeluaran yang tidak mendesak, seperti belanja impulsif, makan di luar, hiburan berbayar, dan langganan yang jarang digunakan. Dana yang berhasil dihemat dapat dialihkan untuk membayar utang.3. Cari sumber pendapatan tambahan
Masyarakat dapat mempertimbangkan pekerjaan sampingan, menjual barang yang tidak lagi digunakan, atau mencari sumber pemasukan lain untuk membantu melunasi pinjaman. Hindari mengambil pinjaman baru hanya untuk menutup utang lama.
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
4. Hubungi penyedia pinjaman
Jika mengalami kesulitan membayar cicilan, sampaikan kondisi keuangan kepada penyedia pinjaman. Tanyakan kemungkinan penyesuaian pembayaran sesuai kebijakan dan perjanjian yang berlaku. Pastikan penyedia pinjaman merupakan lembaga legal dan berizin.5. Prioritaskan utang dengan bunga tinggi
Jika memiliki beberapa pinjaman, pembayaran dapat diprioritaskan pada utang dengan bunga atau biaya tertinggi untuk mengurangi beban biaya. Sementara itu, tetap perhatikan kewajiban pembayaran pada pinjaman lainnya.6. Susun jadwal pembayaran
Buat jadwal pembayaran yang realistis berdasarkan waktu penerimaan penghasilan. Dana untuk membayar cicilan dapat dipisahkan agar tidak terpakai untuk kebutuhan lain.7. Pertimbangkan restrukturisasi utang
Jika beban cicilan sulit dikelola, tanyakan kepada penyedia pinjaman resmi mengenai kemungkinan restrukturisasi. Pelajari syarat, biaya, dan ketentuan baru sebelum menyetujuinya.Tips agar tidak kembali terjerat pinjol
Selain menyelesaikan utang yang ada, masyarakat perlu memperbaiki kebiasaan keuangan agar tidak kembali bergantung pada pinjaman online.Pegadaian menyarankan masyarakat menyusun anggaran bulanan, memisahkan dana kebutuhan pokok sejak menerima penghasilan, serta membangun dana darurat secara bertahap.
Masyarakat juga perlu membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum berbelanja. Hindari mengambil pinjaman untuk memenuhi kebutuhan konsumtif atau mengikuti gaya hidup di luar kemampuan finansial.
Dengan pengelolaan keuangan yang lebih terencana, proses pelunasan utang diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan risiko terjebak dalam siklus pinjaman berulang dapat dikurangi. (Natasya Dwi Putri)