Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat. (Metro TV)
Wakapolri: Pengamanan Aksi Massa Fokus Melayani, Bukan Menghadapi
Metro TV • 8 October 2026 15:07
Jakarta: Polri mengubah pendekatan dalam menangani penyampaian aspirasi masyarakat. Strategi pengamanan yang sebelumnya berfokus pada crowd control (pengendalian massa) kini menjadi crowd management (manajemen massa) dengan pendekatan yang lebih humanis.
Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat menjelaskan perubahan paradigma ini menuntut personel lebih mengutamakan langkah preemtif, dialog, dan negosiasi saat menghadapi massa. Selain itu, sspek keselamatan masyarakat, kemanusiaan, serta kelancaran lalu lintas turut menjadi perhatian.
“Paradigma yang baru di dalam penanganannya, yang tadinya menghadapi massa menjadi melayani massa,” kata Wahyu dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Ilustrasi. Personel kepolisian mengamankan penyampaian aspirasi petani tebu di Monas, Jakpus. Foto: Metro/M. Azri Arifin
Wahyu mengungkapkan bahwa pendekatan crowd management tidak lagi bertumpu pada pengerahan personel untuk mengendalikan massa. Sebaliknya, Polri kini mengedepankan pola komunikasi dan upaya persuasif guna mencegah potensi konflik saat masyarakat menyampaikan aspirasi.
“Kalau sekarang menjadi crowd management lebih mengedepankan kepada preemtif, dialogis, kemudian negosiasi, kemudian keselamatan masyarakat dan kemanusiaan juga lalu lintas,” ujar Wahyu.
Perubahan strategi pendekatan ini merupakan wujud nyata dari upaya Polri dalam mengelola dinamika sosial di ruang publik secara lebih beradab dan humanis. Langkah ini diyakini mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama penyampaian aspirasi berlangsung. (Metro TV/ M.Azri Arifin)