Ilustrasi. Foto: dok Pupuk Indonesia.
Ade Hapsari Lestarini • 21 October 2026 11:57
Gowa: Pengembangan pertanian dan potensi wisata menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Bulutana, Gowa, Sulawesi Selatan. Melalui program Ajang Kolaborasi Seluruh Insan (AKSI) 2026, PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama anak usahanya menjalankan sejumlah kegiatan yang menjangkau 2.340 warga pada 12-16 Oktober 2026.
Program yang melibatkan 100 karyawan dari 10 anak perusahaan tersebut mencakup empat bidang, yakni pertanian, lingkungan, sosial, dan pendidikan. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bertindak sebagai tuan rumah kegiatan.
Pada sektor pertanian, kegiatan mencakup perbaikan saluran irigasi sawah, pendampingan petani, penanaman pohon buah, rehabilitasi taman sekolah, serta pembangunan gudang penyimpanan hasil panen. Sebanyak 42 petani menjadi bagian dari penerima manfaat program.
Perbaikan irigasi diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, sedangkan gudang penyimpanan dapat mendukung penanganan hasil panen. Sarana dan prasarana yang dibangun selama kegiatan direncanakan tetap dimanfaatkan masyarakat setempat setelah program berakhir.
Salah seorang petani Bulutana, Syarifudin, mengatakan perbaikan saluran irigasi membantu kegiatan pertanian warga.
"Saya terbantu sekali dengan adanya saluran irigasi ini. Kami tidak perlu khawatir gagal panen lagi karena pengairan yang kurang," ujar Syarifudin, dikutip Rabu, 21 Oktober 2026.
Selain pertanian, kegiatan AKSI 2026 menyasar pengembangan potensi wisata melalui kegiatan pelestarian lingkungan. Sebanyak 100 pohon buah produktif, seperti mangga, alpukat, kelengkeng, dan rambutan, ditanam di kawasan tersebut. Kegiatan lainnya meliputi edukasi pengolahan sampah serta pemasangan papan informasi keselamatan di kawasan wisata air terjun.
Upaya pemberdayaan masyarakat di Bulutana juga dilakukan melalui program Pengembangan Kawasan Terpadu Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI) yang dikembangkan
Pupuk Kaltim sejak 2023.
Program tersebut memiliki 132 anggota yang tergabung dalam enam kelompok tani dengan cakupan lahan mencapai 82,5 hektare. Kegiatan pemberdayaan mencakup pertanian, pengelolaan kompos, dan pengembangan pariwisata.
Integrasi kegiatan tersebut diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya pertanian dan lingkungan. Namun, dampaknya terhadap pendapatan masyarakat masih perlu dilihat melalui indikator seperti produktivitas lahan, nilai hasil panen, dan perkembangan aktivitas usaha warga.

Menjangkau pendidikan dan layanan kesehatan
Selain pertanian dan lingkungan, program AKSI 2026 mencakup layanan sosial dan pendidikan. Sebanyak 112 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, 15 anak menerima layanan khitan gratis, dan 95 orang berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
Di bidang pendidikan, kegiatan meliputi penyediaan perpustakaan dan pojok baca serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, mitigasi bencana, dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sederhana bagi siswa sekolah dasar.
Kepala SD Inpres Pallangga, Marianti, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi para siswa, termasuk mengenai mitigasi bencana. Ia juga mengapresiasi penambahan buku untuk perpustakaan sekolah.
"Kami mengapresiasi kehadiran Pupuk Indonesia Grup. Siswa kami mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, mulai dari mitigasi bencana. Kami juga mengapresiasi sumbangan buku yang diberikan untuk perpustakaan," ujar Marianti.
Direktur SDM dan Umum Pupuk Indonesia Tina T. Kemala Intan mengatakan program AKSI merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang melibatkan karyawan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kerja sama antara perusahaan dan masyarakat Bulutana serta mendorong partisipasi warga dalam mengembangkan potensi daerah.
Pupuk Indonesia menyatakan kegiatan AKSI diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat meskipun rangkaian program telah selesai. Keberlanjutan manfaat tersebut akan bergantung pada pemanfaatan fasilitas yang dibangun, keterlibatan kelompok masyarakat, serta pengembangan kegiatan ekonomi setempat.