Rupiah Parkir di Level Rp17.326/USD

Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.

Rupiah Parkir di Level Rp17.326/USD

Ade Hapsari Lestarini • 29 April 2026 16:59

Jakarta: Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali turun pada penutupan perdagangan sore ini. Sejak pagi, laju rupiah melambat hingga menuju level Rp17.300-an per USD.

Mengacu data Bloomberg, Rabu, 29 April 2026, rupiah turun hingga 83 poin atau 0,48 persen ke posisi Rp17.326 per USD dibandingkan sebelumnya di posisi Rp17.275 per USD. Sementara itu, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah turun hingga 45 poin atau 0,26 persen menjadi Rp17.285 per USD dibandingkan sebelumnya di posisi Rp17.240 per USD.

Sedangkan berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (disingkat Jisdor), mata uang Garuda ini terpantau berada di posisi Rp17.324 per USD.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
 

 

Penyebab rupiah turun


Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede sebelumnya menyatakan, berhenti atau kemandekan negosiasi perdamaian antara AS dengan Iran menekan nilai tukar rupiah.

"Harga minyak terus meningkat sejak sesi Asia Selasa, 28 April 2026, didorong oleh mandeknya negosiasi perdamaian antara AS dan Iran. Akibatnya, kekhawatiran terhadap inflasi global semakin meningkat, sehingga menekan mata uang Asia, termasuk rupiah," ucap dia kepada Antara, Rabu, 29 April 2026.

Iran disebut menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz pada pekan ini. Namun sebagian besar pihak di Washington skeptis terhadap proposal tersebut karena melibatkan penundaan pembicaraan tentang aktivitas nuklir di Teheran.

Presiden AS Donald Trump sendiri tak senang dengan proposal terbaru Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang. Sumber-sumber Iran mengungkapkan proposal Teheran menghindari pembahasan program nuklir hingga permusuhan berhenti dan sengketa pelayaran di Teluk diselesaikan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)