Satya Widya Yudha. (X/@fraksigolkar)
Profil Satya Widya Yudha, Anggota Dewan Energi Nasional Dua Periode
Riza Aslam Khaeron • 29 January 2026 21:53
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto melantik Ketua Harian dan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 28 Januari 2026. Dalam pelantikan tersebut, Satya Widya Yudha turut dilantik sebagai anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan, mewakili sektor industri.
Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 6p Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan DEN dari unsur pemerintah, serta Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 134b Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan DEN dari unsur pemangku kepentingan.
Berbeda dari sejumlah anggota pemangku kepentingan lainnya yang baru pertama kali menjabat, Satya bukanlah sosok baru di lembaga tersebut. Ia telah menjabat sebagai anggota DEN pada periode sebelumnya sejak tahun 2021, saat masih berada di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dalam kedua masa jabatannya, Satya dipercaya mewakili sektor industri.
Sebelum bergabung dengan DEN, Satya telah menempuh karier panjang di berbagai posisi strategis. Ia pernah menjadi anggota DPR RI selama dua periode, termasuk menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I serta Komisi VII.
Di luar parlemen, Satya juga dikenal sebagai profesional di sektor energi global, termasuk lebih dari tujuh tahun menjabat di BP (British Petroleum), perusahaan migas multinasional berbasis di London.
Berikut merupakan profil sosok yang telah menjabat sebagai anggota DEN selama dua periode.
Latar Belakang dan Pendidikan

Satya meraih gelah Ph.D di Cranfield University, 2023. (X/@CranfieldUni)
Satya Widya Yudha lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 10 November 1961. Satya pendidikan tingginya dengan menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, pada 1980–1985 dan meraih gelar Sarjana Teknologi Kelautan (S.T.).
Ia kemudian melanjutkan studi magister di Cranfield University School of Industrial and Manufacturing Science, Bedford, Inggris, pada 1994–1996 dan meraih gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang Oil and Gas Project Quality Management.
Pada jenjang doktoral, Satya kembali menempuh pendidikan di Cranfield University pada 2016–2023 dan meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang Energy & Power dari School of Water, Energy and Environment.
Penelitiannya menyoroti manajemen rantai pasok sebagai bagian dari transisi kebijakan energi nasional, dari ketergantungan pada energi fosil menuju energi terbarukan.
Tak hanya itu, Satya juga mengikuti program Executive Education di Blavatnik School of Government, University of Oxford, pada 2015.
Perjalanan Karier Satya
Satya Widya Yudha telah menempuh perjalanan karier panjang di sektor energi dan pemerintahan. Pengalaman lintas industri dan kiprahnya di lembaga legislatif membentuk kepakarannya di bidang energi nasional.Kariernya dimulai di industri minyak dan gas bumi internasional ketika ia bergabung dengan ARCO International Oil and Gas Co. di Washington D.C., Amerika Serikat, sebagai Direktur Urusan Internasional pada 1997–2000.
Ia kemudian melanjutkan kiprah profesionalnya di BP (British Petroleum) dan dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di kantor pusat BP di London maupun di Indonesia.
Jabatan yang pernah diembannya antara lain Direktur Urusan Internasional untuk Asia Pasifik, Wakil Presiden Bidang Hubungan Pemerintah dan Publik, Direktur Pengembangan dan Pasokan LNG, Direktur Strategi Bisnis, serta Wakil Presiden Integrasi Bisnis dan Tata Kelola.
Pada 2008–2009, ia bertugas di VICO Indonesia sebagai perwakilan BP sekaligus Wakil Direktur Pengembangan Bisnis Gas Metana Batubara.
Setelah lebih dari satu dekade berkiprah di sektor migas global, Satya memasuki dunia politik. Ia terpilih menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar dan menjabat pada periode 2009–2014. Selama periode tersebut, ia aktif di Komisi VII yang membidangi energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup, riset, dan teknologi.
| Baca Juga: Profil Sripeni Inten Cahyani, Anggota Pemangku Kepentingan DEN Bidang Industri |
Ia juga tergabung dalam Badan Anggaran sejak Oktober 2009 hingga September 2014. Pada tahun yang sama, ia juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar bidang Energi dan Sumber Daya Alam.
Pada periode 2014–2019, Satya dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, dengan lingkup kerja mencakup energi, lingkungan hidup, riset, teknologi, dan pendidikan tinggi. Namun, pada Januari 2016, ia diberhentikan dari posisi tersebut.
Selanjutnya, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI sejak 2018 hingga akhir masa jabatan 2019. Komisi ini membidangi isu-isu pertahanan, hubungan luar negeri, dan informasi.
Setelah tak lagi menjabat di parlemen, Satya melanjutkan kiprahnya di sektor energi dengan menjadi anggota Dewan Energi Nasional. Ia pertama kali dilantik pada 8 Januari 2021 oleh Presiden Joko Widodo mewakili unsur pemangku kepentingan dari sektor industri.
Pada 2026, ia kembali dipercaya untuk mengemban jabatan tersebut dan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, menjadikannya salah satu dari sedikit figur yang menjabat selama dua periode berturut-turut.