Ilustrasi. Foto: Xinhua/Liu Yanan.
Saham-saham AS Boncos Gegara Kenaikan Inflasi Grosir
Husen Miftahudin • 28 February 2026 12:01
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena kenaikan data inflasi grosir yang secara tak terduga mendinginkan harapan investor akan meredanya tekanan harga dan kembali memicu kekhawatiran atas prospek ekonomi yang lebih luas.
Mengutip Xinhua, Sabtu, 28 Februari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 521,28 poin, atau 1,05 persen, menjadi 48.977,92. Indeks S&P 500 merosot 29,98 poin, atau 0,43 persen, menjadi 6.878,88. Indeks Nasdaq Composite turun 210,17 poin, atau 0,92 persen, menjadi 22.668,21.
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir positif, dengan sektor kesehatan dan energi memimpin kenaikan masing-masing sebesar 1,77 persen dan 1,68 persen. Sementara itu, sektor teknologi dan keuangan memimpin penurunan masing-masing sebesar 2,17 persen dan 1,99 persen.
Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan harga grosir di AS naik lebih cepat dari yang diperkirakan pada Januari. Indeks harga produsen inti (PPI), yang tidak termasuk komponen makanan dan energi yang fluktuatif, meningkat sebesar 0,8 persen setelah disesuaikan secara musiman. Angka ini melampaui kenaikan 0,6 persen yang tercatat pada bulan Desember dan jauh di atas perkiraan konsensus sebesar 0,3 persen.
Para analis memperingatkan tekanan harga ini dapat memaksa Federal Reserve untuk mempertahankan sikap hati-hati saat mempertimbangkan langkah selanjutnya terkait suku bunga.
| Baca juga: Wall Street Bervariasi: Dow Jones Naik Tipis, Nasdaq Merosot Tajam |

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Kenaikan angka inflasi didorong sektor jasa
Kepala bagian investasi di Integrated Partners Stephen Kolano mencatat angka inflasi tampaknya sebagian besar didorong oleh sektor jasa, yang menunjukkan perusahaan mungkin membebankan biaya tarif baru-baru ini kepada konsumen untuk mempertahankan margin keuntungan.
Dia menambahkan laporan PPI memperburuk kekhawatiran pasar yang sudah ada seputar tekanan di pasar kredit swasta dan pengeluaran modal besar-besaran yang terkait dengan kecerdasan buatan.
Kekhawatiran mengenai potensi disruptif kecerdasan buatan terhadap pasar tenaga kerja dan industri tertentu juga sangat membebani sentimen investor pada Jumat. Kekhawatiran ini semakin meningkat setelah perusahaan fintech Block mengumumkan rencana untuk memberhentikan lebih dari 4.000 karyawan, yang secara efektif menghilangkan hampir setengah dari seluruh tenaga kerjanya.
Dalam perkembangan korporasi utama, saham Netflix melonjak 13,75 persen setelah raksasa layanan streaming tersebut secara resmi menghentikan upayanya untuk mengakuisisi Warner Bros Discovery. Pengunduran diri tersebut membuka jalan bagi Paramount Skydance, penawar yang terkait dengan Oracle, untuk menyelesaikan pembelian studio Hollywood tersebut.
Dalam pergerakan penting lainnya pasca-pengumuman pendapatan, saham Dell Technologies melonjak hampir 22 persen, sementara CoreWeave anjlok 18,51 persen setelah mengeluarkan panduan pendapatan triwulanan yang mengecewakan.