Pengamat Soroti Kemungkinan Eskalasi Israel ke Turki usai Konflik Iran

Sebuah tank Israel terlihat di dekat Jalur Gaza. (Anadolu Agency)

Pengamat Soroti Kemungkinan Eskalasi Israel ke Turki usai Konflik Iran

Dimas Chairullah • 18 April 2026 13:52

Jakarta: Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat setelah konflik yang melibatkan Gaza, Lebanon, hingga Iran, dan kini muncul spekulasi mengenai potensi perluasan konflik ke kawasan lain, termasuk Turki.

Pengamat Hubungan Internasional, Teuku Rezasyah, menilai kemungkinan tersebut perlu dilihat dalam konteks dinamika geopolitik yang lebih luas, termasuk persepsi ancaman dan rivalitas regional.

Ia menyinggung konsep Greater Israel atau Israel Raya yang kerap dikaitkan dalam berbagai diskursus geopolitik, meskipun konsep tersebut tidak secara resmi menjadi kebijakan negara.

Menurutnya, narasi tersebut mencakup wilayah luas dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat, yang secara teoritis melibatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Turki sebagai Faktor Strategis

Teuku Rezasyah menilai Turki memiliki posisi berbeda dibandingkan negara lain di kawasan, baik dari sisi kapasitas militer maupun sikap politiknya.

“Negara-negara tersebut saat ini dianggap lebih lemah dan bergantung pada dukungan eksternal. Namun, yang menjadi tantangan nyata bagi Israel adalah Turki,” ujarnya kepada Metrotvnews.com, Jumat, 17 April 2026.

Ia menambahkan bahwa hubungan diplomatik yang kerap memanas antara kedua negara turut memperbesar potensi ketegangan.

Spekulasi dan Realitas Geopolitik

Menurutnya, secara geografis, jarak operasional militer Israel ke Turki dinilai lebih dekat dibandingkan ke Iran. Namun, ia menekankan bahwa kemungkinan tersebut masih bersifat spekulatif dan sangat bergantung pada perkembangan konflik saat ini.

“Turki secara teori bisa menjadi bagian dari perhitungan strategis. Namun, itu sangat bergantung pada dinamika konflik yang terus berkembang,” katanya.

Teuku Rezasyah juga menyoroti bahwa pernyataan keras dari Turki terhadap Israel, termasuk dorongan untuk membawa isu ke ranah hukum internasional, telah memperkeruh hubungan kedua negara.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa skenario perluasan konflik harus dilihat secara hati-hati, mengingat kompleksitas kepentingan regional dan global yang terlibat.

Baca juga:  Menlu Turki: Israel akan Jadikan Turki Sebagai Musuh Baru Usai Iran

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)