Mudah dan Murah, Ini Spesifikasi Merops si Musuh Alami Drone Iran

Tangkapan layar Nato

Mudah dan Murah, Ini Spesifikasi Merops si Musuh Alami Drone Iran

Muhamad Marup • 10 March 2026 12:57

Jakarta: Amerika Serikat akan mengirim sistem anti-drone, Merops, untuk memperkuat pertahanan menghadapi drone Iran. Melansir Apnews.com, meski AS telah menggunakan sistem rudal patriot, pertahanan anti-drone yang efektif di Timur Tengah masih terbatas.

Berdasarkan laporan Business Insider saat meliput penggunaan Merops oleh Nato beberapa waktu lalu, Merops efektif dalam menghadapi drone serang satu arah.

Merops bisa dibilang sebagai musuh alami drone buatan Iran, Shahed. Saat digunakan di Ukraina, Merops berhasil menghancurkan 1.000 drone Shahed milik rusia.

Sebagai sistem Anti-drone, Merops memiliki beberapa keunggulan baik dari segi spesifikasi maupun harga. Berikut rangkumannya.


Tangkapan layar Nato

Spesifikasi Merops

Merops dikembangkan inisiatif Amerika, Project Eagle. Untuk penggunaan Merops, pelatihannya jauh lebih singkat daripada pelatihan senjata yang lebih canggih yaitu selama dua minggu.

Selain mudah digunakan, spesifikasi lain dari Merops di antaranya:
  • Sistem ini terdiri dari sistem kendali darat kecil, platform peluncuran, dan drone pencegat Surveyor.
  • Diperlukan empat awak—seorang komandan, seorang pilot, dan dua teknisi—untuk mengoperasikan seluruh sistem.
  • Surveyor dapat dikendalikan dari jarak jauh atau beroperasi secara otonom, menggunakan sensor termal, frekuensi radio, atau radar untuk melacak targetnya.
  • Mampu mencapai kecepatan lebih dari 175 mil per jam.
  • Membawa hulu ledak kecil dan menghancurkan drone musuh dengan menabraknya dan meledak atau meledakkan diri di dekatnya.

Tangkapan layar Nato

Dirancang Murah

Kelebihan Merops lainnya adalah dari segi harga. Merops sebagai sistem anti-drone memiliki harga lebih murah dari Shahed.

Satu drone Merops berharga sekitar USD15 ribu, dirancang agar jauh lebih murah daripada ancaman yang ditargetkannya. Varian Shahed yang lebih tua, sebaliknya, diperkirakan bernilai USD35 ribu per unit.

Laporan Nato bahkan menyebut, dengan biaya Merops sebesar USD15 juta, kerugian yang timbul di pihak Rusia mencapai lebih dari USD 200 juta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)