3 WNI Korban Perdagangan Orang di Libya Mengalami Eksploitasi Ekonomi

Direktur Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibowo (tiga dari kanan) saat jumpa pers kasus pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang di Jakarta, Selasa (4/8/2026) ANTARA/Mario Sofia Nasution

3 WNI Korban Perdagangan Orang di Libya Mengalami Eksploitasi Ekonomi

Achmad Zulfikar Fazli • 4 August 2026 17:17

Jakarta: Polda Metro Jaya menyebut tiga warga negara Indonesia (WNI) korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Libya, NAR, 21, SS, 45, dan NKR, 39, mengalami eksploitasi ekonomi. Mereka dikirim ke negara yang bukan jadi tempat penempatan pekerja migran Indonesia (PMI).

“Ketiga korban TPPO ini wanita dan sudah dewasa. Ada keputusan Kemenaker terkait negara penempatan PMI, dan Libya tidak termasuk,” kata Direktur Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibowo di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.

Pihaknya bersama Direktorat Kriminal Umum melakukan penanganan dan penyelamatan korban serta penindakan hukum. Mereka dalam penanganan intensif dan langsung menjalani pemeriksaan medis.

“Kemudian, nanti berjalan pemberian penguatan dan asesmen secara psikis untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi baik,” kata Rita.

Direktur Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibowo. Dok. Tangkapan Layar

Rita menjelaskan dari ketiga korban perdagangan orang, ada yang mengalami sakit karena ketidakteraturan jam kerja, asupan makanan yang mereka terima, dan kurang istirahat. Kondisi ini membuat mereka mengalami sakit lambung dan ulu hati.

“Korban ini sudah ditangani secara medis oleh tim dari Biddokkes Polda Metro Jaya,” ujar Rita.

Polisi memastikan hak-hak korban perdagangan orang terpenuhi, seperti bantuan perlindungan secara hukum. Setelah semua penanganan berakhir, korban akan dipulangkan ke daerah masing-masing dalam proses reintegrasi bersama tim dari BP3MI.

“Ini sebagai salah satu bentuk wujud keterpaduan penanganan kita dan memastikan bahwa korban akan tiba dan juga diberikan perlindungan untuk menjamin keselamatannya,” kata Rita.

(Achmad Zulfikar Fazli)