CEO sekaligus pemilik Bebek & Ayam Kampung Mas Budi, Setyo Budi. Foto: dok istimewa.
Kolaborasi Digital Dorong UMKM Kuliner Perluas Pasar
Ade Hapsari Lestarini • 28 August 2026 19:15
Semarang: Ekosistem digital dinilai semakin berperan dalam membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner memperluas jangkauan pasar. Layanan pesan antar menjadi salah satu kanal yang mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen di luar jangkauan gerai fisik.
Salah satu pelaku usaha kuliner di Semarang, Bebek & Ayam Kampung Mas Budi, melihat peran mitra pengemudi dalam mendukung aktivitas bisnis, khususnya dalam mengantarkan pesanan kepada pelanggan.
CEO sekaligus pemilik Bebek & Ayam Kampung Mas Budi, Setyo Budi, mengatakan perkembangan usaha kuliner saat ini tidak terlepas dari dukungan ekosistem digital dan layanan pesan antar.
"Kami melihat mitra driver Grab merupakan bagian dari keluarga besar Mas Budi. Mereka bukan cuma mengantar makanan, tapi juga mengantar kepercayaan pelanggan ke rumah masing-masing pelanggan," ujar Setyo, dalam keterangan tertulis, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut dia, keberadaan layanan pemesanan makanan secara digital memberikan peluang bagi UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Hal tersebut menjadi penting bagi pelaku usaha kuliner yang ingin mengembangkan bisnis tanpa hanya mengandalkan kunjungan pelanggan ke gerai.
Bebek & Ayam Kampung Mas Budi merupakan usaha kuliner asal Semarang yang menawarkan menu berbahan dasar bebek dan ayam kampung. Usaha tersebut berkembang dari dapur sederhana hingga memperoleh sejumlah penghargaan dalam ekosistem GrabFood.
Setyo menilai pertumbuhan UMKM tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha memanfaatkan kanal distribusi dan teknologi yang tersedia.
"Warung Bebek & Ayam Kampung Mas Budi adalah contoh nyata UMKM yang tumbuh karena konsisten dan kerja keras," kata dia.
Kolaborasi pelaku usaha dan ekosistem digital
Dalam mendukung aktivitas mitra pengemudi sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pelaku UMKM, Bebek & Ayam Kampung Mas Budi dan Grab juga menggelar program pemberian helm co-branding kepada mitra pengemudi di Kota Semarang.
Sebanyak 100 mitra pengemudi terpilih mendapatkan helm tersebut pada 27 Agustus 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan konvoi melalui sejumlah ruas jalan protokol Kota Semarang.
Setyo mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama kedua pihak yang sebelumnya dilakukan melalui program jaket co-branding pada Juli 2025.
Menurut dia, pemberian perlengkapan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada mitra pengemudi yang mendukung layanan pesan antar.
"Helm co-branding ini adalah bentuk apresiasi kecil kami kepada mitra driver yang jadi tulang punggung layanan pesan antar pelanggan," ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak UMKM di Jawa Tengah memanfaatkan ekosistem digital untuk mengembangkan usaha.
Kehadiran layanan pemesanan makanan secara digital dinilai dapat membantu pelaku UMKM menjangkau konsumen yang lebih luas, sekaligus membuka peluang pertumbuhan usaha melalui tambahan kanal penjualan.
Dengan semakin terintegrasinya UMKM ke dalam ekosistem digital, layanan pesan antar tidak hanya menjadi sarana distribusi makanan, tetapi juga menjadi salah satu kanal yang dapat mendukung perluasan pasar bagi pelaku usaha kuliner.
Menurut saya, judul yang paling kuat untuk Metrotvnews.com adalah “Ekosistem Digital Bantu UMKM Kuliner Jangkau Pelanggan Lebih Luas” karena langsung membawa isu ke kepentingan ekonomi dan UMKM, sementara kegiatan helm dan konvoi ditempatkan sebagai bagian pendukung, bukan fokus utama.