Konflik AS-Iran Memanas, Dolar AS Capai Level Tertinggi

Dolar AS. Foto: Marketplace.org

Konflik AS-Iran Memanas, Dolar AS Capai Level Tertinggi

Husen Miftahudin • 31 March 2026 08:59

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) sedikit menguat pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), mencapai level tertinggi sejak Mei tahun lalu. Ini terjadi karena mata uang tersebut terus menjadi aset aman yang menarik bagi investor di tengah eskalasi lebih lanjut dalam pertempuran di Timur Tengah.
 
Mengutip Investing.com, Selasa, 31 Maret 2026, indeks dolar AS yang melacak nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,4 persen menjadi 100,51. Indeks ini juga berada di jalur untuk kenaikan bulanan terbesar sejak Juli 2025.
 

Baca juga: Rupiah Sentuh Rp17 Ribu, Tertekan Eskalasi Konflik Global
 

Ketegangan AS-Iran kian memanas

 
Terlepas dari pernyataan lebih lanjut oleh Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya bernegosiasi untuk mengakhiri permusuhan dengan Iran, peristiwa di lapangan terus meningkat.
 
Kelompok Houthi Yaman malah ikut campur dalam konflik tersebut pada akhir pekan lalu. Menyerang Israel dan memicu kekhawatiran lebih lanjut tentang gangguan pasokan minyak karena kemampuan kelompok tersebut untuk menyerang kapal yang melewati Laut Merah. Selat Hormuz sebagai jalur air utama tempat seperlima pasokan minyak dan gas dunia mengalir, terus ditutup secara efektif oleh Iran.
 
Sementara itu, Trump mengancam akan menyerang infrastruktur energi utama Iran dan pulau Kharg yang sangat penting jika negara itu tidak mencapai kesepakatan dengan AS. Presiden mengatakan AS sedang dalam diskusi serius dengan 'rezim baru' untuk mengakhiri operasi militer di Iran.
 
"Kemajuan besar telah dicapai, tetapi jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, yang kemungkinan besar akan terjadi, dan jika Selat Hormuz tidak segera 'dibuka untuk bisnis,' kami akan mengakhiri 'kunjungan' kami yang menyenangkan di Iran dengan meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya semua pembangkit listrik, sumur minyak, dan Pulau Kharg mereka (dan mungkin semua pabrik desalinasi!), yang sengaja belum kami 'sentuh'," ucap Trump.


(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Dolar jadi instrumen investasi paling aman saat ini

 
Dolar AS dipandang sebagai benteng relatif bagi investasi selama krisis yang sedang berlangsung. Beberapa investor berpendapat AS sebagai pengekspor minyak bersih dapat membantu melindungi perekonomian terbesar di dunia.
 
Pada pergerakan mata uang lainnya, euro (EUR/USD) dan poundsterling (GBP/USD) sedikit berubah masing-masing pada 1,1458 dan 1,3179.
 
Yen Jepang (USD/JPY) menjadi sorotan, terakhir stabil di 159,72. Nilai tukar ini sempat menembus level kunci 160 dalam beberapa sesi terakhir, mendorong diplomat mata uang utama Jepang, Atsushi Mimura, untuk mengatakan langkah-langkah tegas mungkin diperlukan untuk memerangi pergerakan spekulatif di pasar mata uang.
 
Selain itu, dolar Australia (AUD/USD) menarik perhatian, sedikit melemah menjadi 0,6844. Pada Senin, negara tersebut mengatakan akan memangkas separuh pajak cukai bahan bakar selama tiga bulan untuk mengatasi lonjakan harga minyak akibat perang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)