Pramono: Penjualan di Pasar Tanah Abang Naik 30 Persen

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Pramono: Penjualan di Pasar Tanah Abang Naik 30 Persen

Siti Yona Hukmana • 13 March 2026 00:23

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut penjualan pedagang Pasar Tanah Abang mengalami kenaikan sekitar 30 persen. Hal ini disampaikan Pramono usai meninjau langsung pusat grosir tekstil dan pakaian terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Jakarta Pusat tersebut.

“Tadi saya tanyakan, memang sebagian besar (pedagang) menyampaikan bahwa sudah mulai ada perbaikan. Walaupun belum seperti yang diharapkan, kenaikannya baru sekitar ada yang 20-30 persen,” kata Pramono dilansir Antara, Kamis, 12 Maret 2026.

Pramono usai menyaksikan "Jakarta Hijab Fest" di Pasar Tanah Abang itu menyebut pesaing utama dari para pedagang kini adalah toko-toko online yang tersebar di berbagai platform. Pramono mengatakan, banyak pedagang yang kini sudah mulai turut berdagang secara online untuk memperluas pasarnya.

Sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Pemerintah Jakarta menyelenggarakan "Jakarta Hijab Fest" di Pasar Tanah Abang. Acara itu diikuti para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta serta sejumlah pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Busana yang diperagakan dibeli langsung dari para pedagang Tanah Abang sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha lokal.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyidak Pasar Tanah Abang lantaran mendengar spekulasi perekonomian nasional sedang menuju resesi. Salah satu indikasi adalah pasar yang makin sepi. Purbaya menyampaikan berbagai indikator ekonomi menunjukkan perekonomian nasional dalam kondisi yang baik.

Kios baju anak Pasar Tanah Abang dipadati pembeli, terutama oleh kalangan ibu-ibu. Foto: Metrotvnews.com/Jessica Nur Faddilah.

“Ternyata betul, daya beli masih ada, orang masih belanja dan pasar masih ramai. Saya datang ke sana, tiba-tiba banyak orang ngumpul. Artinya, di sekeliling kita kan masih banyak orang yang lagi belanja,” ujar Purbaya.

Dia menerjemahkan kerumunan orang yang belanja di pasar itu sebagai sinyal bahwa ekonomi masih dalam kondisi yang terjaga. Karena itu, dia optimistis perekonomian Indonesia jauh dari potensi resesi.

“Artinya, daya beli masyarakat sepertinya sedang membaik dan kita tidak resesi, apalagi krisis. Kita jauh dari krisis. Jadi, ekonomi kita sedang bagus," kata Purbaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)