Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Metrotvnews.com/ Amaludin
Timur Tengah Memanas, Warga Surabaya Diminta Tunda Perjalanan Luar Negeri
Amaluddin • 4 March 2026 00:25
Surabaya: Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran global. Serangkaian serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, meningkatkan ketegangan geopolitik kawasan dan memunculkan dampak kemanusiaan.
Merespons situasi tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta warga Kota Pahlawan untuk menunda rencana perjalanan ke luar negeri, khususnya ke wilayah yang berpotensi terdampak konflik.
“Kami sudah menggelar rapat internal. Dalam kondisi Timur Tengah yang sedang memanas seperti ini, saya berharap warga Surabaya tidak bepergian ke luar negeri dulu. Keselamatan harus menjadi prioritas,” kata Eri, Selasa, 3 Maret 2026.
Tak hanya mengimbau warga di dalam negeri, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga memberi perhatian khusus kepada warga Surabaya yang saat ini berada di Timur Tengah. Eri meminta mereka untuk meningkatkan kewaspadaan, terus memantau perkembangan situasi, serta mengikuti arahan otoritas setempat dan perwakilan resmi pemerintah Indonesia.
“Warga Surabaya yang berada di Timur Tengah agar berhati-hati. Situasi perang tidak bisa diprediksi, serangan bisa terjadi sewaktu-waktu dan di berbagai titik,” tegasnya.

Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah pemukiman penduduk Iran. Foto: ANTARA/Anadolu/py.
Menurutnya, dinamika konflik bersenjata sering berkembang dengan cepat dan sulit diperkirakan. Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap enteng eskalasi yang terjadi.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya. Tujuannya untuk memastikan data warga Surabaya yang berada di kawasan terdampak, termasuk jamaah atau warga yang sedang menjalankan aktivitas keagamaan dan pendidikan di Timur Tengah.
“Kami berkoordinasi dengan Kemenag untuk mengetahui jumlah warga Surabaya yang berada di sana, sehingga jika diperlukan langkah lanjutan bisa segera diantisipasi,” ujar Eri.