Ilustrasi pendidikan. Foto: Dok. Medcom.id
Pendidikan Jadi Poros Utama Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045
Fachri Audhia Hafiez • 3 February 2026 21:59
Jakarta: Refleksi sejarah kebangkitan Jepang pascabom atom di Hiroshima menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia dalam merajut mimpi Indonesia Emas 2045. Kunci utama kebangkitan sebuah bangsa bukan terletak pada kekuatan militer atau cadangan logistik, melainkan pada keberlanjutan pendidikan dan pembangunan kualitas manusia yang terukur sejak dini.
"Sejarah Jepang memberi pelajaran penting bahwa pendidikan tidak bekerja dalam bentuk janji, melainkan melalui keberlanjutan tindakan. Mereka memastikan anak-anak tumbuh dengan gizi memadai, sekolah hadir hingga ke komunitas paling dasar, dan pengetahuan dapat diakses secara luas," tulis anggota Komisi II DPR dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, dalam keterangannya, Selasa, 3 Februari 2026.
Azis menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia kini menempatkan pendidikan sebagai poros utama pembangunan. Salah satu langkah konkretnya adalah program makan bergizi gratis bagi pelajar dan santri.
Hal ini dipandang sebagai prasyarat biologis. Khususnya agar kecerdasan generasi masa depan dapat berkembang optimal guna memutus rantai ketertinggalan.
"Langkah tersebut berjalan seiring dengan perluasan akses melalui peningkatan penerima beasiswa, agar pendidikan tidak lagi menjadi hak istimewa mereka yang mampu secara ekonomi. Perbaikan sekolah-sekolah yang rusak bukan hanya soal bangunan, melainkan pemulihan martabat ruang belajar," lanjut Azis.
Visi Indonesia Emas, kata dia, juga diperkuat melalui pembangunan sekolah rakyat berasrama gratis hingga kerja sama pendidikan tinggi dengan universitas kelas dunia di Inggris. Upaya ini bertujuan mempersempit jarak antara sumber daya manusia (SDM) dalam negeri dengan pusat ilmu pengetahuan global, sekaligus menyiapkan pemimpin yang memiliki disiplin dan karakter kuat.

Anggota Komisi II DPR Azis Subekti. Foto: Dok. Istimewa.
"Pemerintah dapat membuka jalan, tetapi akal budi hanya akan berkembang bila kita semua ikut menumbuhkannya. Saatnya berhenti sekadar mengamati perubahan, dan mulai mengambil peran di dalamnya," ucap Azis.
Dia menekankan kerja kolektif antara pemerintah, guru, orang tua, dan dunia usaha kini menjadi momentum krusial. Pembangunan manusia dari hulu ke hilir—mulai dari pemenuhan gizi hingga lingkungan belajar yang layak—diyakini akan memastikan Indonesia Emas ditopang oleh manusia yang berpikir jernih dan bertanggung jawab pada bangsanya.