Dokumen kegiatan imunisasi campak di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. (ANTARA/ HO-Dinkes Sampang)
90 Warga Sampang Diduga Terserang Campak
Silvana Febiari • 13 April 2026 07:46
Sampang: Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menemukan 90 warga yang diduga terserang penyakit campak. Dari jumlah tersebut, 11 orang telah diambil sampelnya untuk diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.
"Jumlah warga yang diduga terserang campak ini hasil laporan dari berbagai puskesmas di Kabupaten Sampang hingga 31 Maret 2026," kata Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes-KB Kabupaten Sampang Laili Nafilah, dilansir dari Antara, Senin, 13 April 2026.
Menurut Laili, para penderita tersebar hampir di seluruh kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di tiga puskesmas. Ketiganya yakni Puskesmas Banyuanyar, Puskesmas Tambelangan, dan Puskesmas Robatal.
"Di tiga puskesmas ini, jumlah pasien yang menjalani perawatan lebih dari 10 orang atau mencapai belasan orang," paparnya.
Laili menjelaskan, para penderita umumnya mengalami demam tinggi hingga 40 derajat Celsius, batuk kering, pilek, mata merah atau berair, serta bercak putih di dalam mulut (bintik Koplik). Selanjutnya muncul ruam merah makulopapular yang biasanya timbul 3–5 hari setelah gejala awal, dimulai dari belakang telinga dan wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
"Gejala lain yang juga bisa dikenali dari penyakit campak adalah nafsu makan menurun, badan lemas, dan letih, serta diare atau muntah-muntah," ungkapnya.

Ilustrasi campak. Foto Freepik.com
Sementara itu, Kabupaten Sampang tercatat sebagai salah satu daerah di Pulau Madura dengan jumlah penderita campak yang tinggi. Selain Sampang, kasus serupa juga ditemukan di Kabupaten Sumenep, Pamekasan, dan Bangkalan.
Pada 2025, jumlah penderita di kabupaten ini tercatat mencapai 653 orang. Kasus tersebut umumnya dialami oleh anak-anak berusia sembilan bulan hingga tujuh tahun.