Ilustrasi hujan. (Pexels/Md Nadim Mahmud)
BMKG Prediksi Hujan di Awal November, Cek Daftar Wilayahnya
Angel Rinella • 28 October 2026 18:24
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori menengah pada awal November 2026. Meski demikian, sejumlah daerah masih berpotensi mengalami kondisi kering akibat pengaruh El Niño yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Melansir dari laman resmi BMKG, Pada 28 Oktober–2 November 2026, cuaca di Indonesia diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan sedang hingga lebat serta angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Potensi hujan lebat hingga sangat lebat perlu diwaspadai di beberapa daerah, termasuk Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. Sementara itu, angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, Jawa, dan Sulawesi Selatan.
BMKG memperkirakan awal musim hujan di Indonesia mundur sekitar 20–30 hari dari kondisi normal. Sebagian wilayah diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada November, sedangkan daerah lainnya pada Desember.
Prakiraan Curah Hujan Awal November 2026
BMKG memprediksi 77,72 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori menengah sebesar 50–150 milimeter per dasarian pada awal November 2026. Sementara itu, 20,72 persen wilayah diperkirakan mengalami hujan kategori rendah sebesar 0–50 milimeter dan 1,56 persen lainnya kategori tinggi sebesar 150–300 milimeter.
Curah hujan menengah diprakirakan mendominasi Sumatera, Kalimantan, Papua, serta sebagian Jawa dan Sulawesi. Adapun hujan kategori rendah berpotensi terjadi di sebagian Lampung, Banten, DKI Jakarta, pesisir utara Jawa, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Sulawesi dan Maluku.
Meski demikian, hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi akibat dinamika atmosfer.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan awal musim hujan tahun ini diperkirakan mundur sekitar 20–30 hari. Sejumlah wilayah diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada November, sedangkan daerah lainnya pada Desember.
"Musim hujan rata-rata di seluruh Indonesia diperkirakan mundur sekitar dua hingga tiga dasarian, atau 20-30 hari, akibat pengaruh El Nino," kata Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.
El Niño yang sangat kuat dan IOD positif turut memengaruhi kondisi kering di sejumlah wilayah. Pada periode 22–25 Oktober 2026, suhu maksimum mencapai 38 derajat Celsius atau lebih di Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Baca Juga :
Kondisi tersebut juga meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla. Dalam 10 hari terakhir, terdeteksi 4.098 titik panas berkepercayaan tinggi di Kalimantan, 879 titik di Papua Selatan, dan 784 titik di Sumatera Selatan, sementara asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Meski sejumlah wilayah mengalami kondisi kering, hujan lebat hingga ekstrem tetap tercatat pada 22–25 Oktober 2026. Curah hujan harian mencapai 187,0 milimeter di Aceh, 103,0 milimeter di Sumatera Utara, 86,2 milimeter di Jawa Barat, 80,0 milimeter di Sumatera Barat, 78,0 milimeter di Kepulauan Riau, 65,0 milimeter di Papua, dan 61,0 milimeter di Riau.
BMKG menyebut aktivitas MJO, Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuatorial, dan Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG) turut mendukung pembentukan awan hujan. Perlambatan dan pertemuan angin serta suhu muka laut yang relatif hangat juga meningkatkan ketersediaan uap air.
Dalam sepekan ke depan, MJO diperkirakan memengaruhi wilayah Indonesia bagian barat dan selatan, sementara Gelombang Rossby Ekuatorial dan MRG berpotensi aktif di wilayah barat. Gelombang Kelvin juga diprakirakan aktif di sebagian wilayah utara Indonesia.
Selain itu, sirkulasi siklonik yang diperkirakan terbentuk di Laut Andaman dan Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat Daya dapat memengaruhi pola angin regional. Kondisi ini berpotensi memicu pertumbuhan awan konvektif dan hujan sedang hingga lebat yang disertai petir serta angin kencang.
Prakiraan Cuaca 28–29 Oktober 2026
BMKG memperkirakan cuaca di Indonesia pada 28–29 Oktober 2026 didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan sedang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Potensi hujan lebat hingga sangat lebat dengan status peringatan dini Siaga perlu diwaspadai di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sementara itu, angin kencang berpotensi terjadi di Sulawesi Selatan dan Papua Selatan.
Prakiraan Cuaca 30 Oktober–2 November 2026
Pada 30 Oktober–2 November 2026, cuaca di Indonesia diprakirakan tetap didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Peningkatan hujan sedang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Baca Juga :
BMKG: Hujan di Jatim Efek Modifikasi Cuaca
BMKG menetapkan potensi peringatan dini Siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat di Kalimantan Barat. Adapun potensi angin kencang perlu diwaspadai di Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau memantau pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG. Kewaspadaan diperlukan saat beraktivitas di luar ruangan maupun berkendara, terutama ketika hujan lebat dan angin kencang berpotensi mengganggu kegiatan sehari-hari.