Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto. Foto: tangkapan layar.
Kapolri Sebut Pabrik Sabu di Aceh Dikendalikan Ahli Kimia Berpengalaman
Gabriella Thesa Widiari • 23 October 2026 16:28
Pidie: Tim gabungan Polri membongkar laboratorium gelap (clandestine laboratory) pembuat sabu di Kabupaten Pidie, Aceh. Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengatakan bahwa produksi rantai jaringan internasional Tiongkok–Malaysia–Indonesia ini dikendalikan langsung oleh tenaga ahli kimia berpengalaman.
“Proses yang mereka lakukan sangat sistematis, sangat terstruktur, dan menunjukkan bahwa jaringan ini dikendalikan oleh ahli kimia berpengalaman,” kata Suyudi dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Jumat, 23 Oktober 2026.
Baca Juga :
"Pengungkapan laboratorium ini adalah pukulan telak bagi jaringan internasional dan juga alarm keras untuk kita semua, agar kita TNI-Polri dan segenap elemen pemerintah lainnya beserta masyarakat harus senantiasa bergandengan tangan," kata Suyudi.
Dalam operasi tersebut, petugas menyita total 1,2 ton bruto barang bukti berupa 500 kilogram sabu kristal dan 20 drum sabu cair (met oil). Selain itu, tim mengamankan 60 kaleng Titan Pro serta tiga unit mesin cuci yang dimanfaatkan untuk pemisahan zat kimia.
.jpg)
Ilustrasi narkotika. Foto: dok. Antara.
Petugas juga menyita empat kompor dua tungku, tujuh tabung gas 12 kilogram, dan enam unit telepon genggam sebagai alat operasional jaringan. Seluruh peralatan tersebut digunakan para pelaku untuk memproses pembuatan narkoba jenis sabu secara terstruktur.
Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat dan pemilik hunian sewa untuk lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Langkah kolaborasi lintas instansi dan kepedulian warga menjadi kunci utama mencegah penyebaran laboratorium gelap narkotika.
“Pengungkapan laboratorium gelap ini, tentunya ini menjadi sebuah pesan yang penting bahwa narkotika ada di sekitar rumah kita. Untuk itu mari kita bergandengan tangan bersama-sama,” ujar Suyudi.