Menkeu Suahasil Nazara menghadiri pertemuan Menteri Keuangan ASEAN dengan Presiden World Bank Group Ajay Banga di Bangkok, Thailand. Foto: ANTARA/HO-Kementerian Keuangan.
Menkeu: Jaga Pertumbuhan Ekonomi, APBN Kredibel di Tengah Prospek Positif ASEAN
Husen Miftahudin • 13 October 2026 19:16
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menekankan pentingnya menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah prospek positif perekonomian kawasan ASEAN. Kredibilitas kebijakan fiskal dinilai menjadi salah satu fondasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan melindungi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Suahasil dalam pertemuan Menteri Keuangan ASEAN dengan Presiden World Bank Group Ajay Banga di Bangkok, Thailand. Dalam keterangan pers yang disampaikan di Jakarta, Suahasil menyebut ASEAN sebagai salah satu kawasan yang menunjukkan prospek positif di tengah dinamika ekonomi global.
"Sebagai kawasan, kami tahu kawasan kami dalam kondisi baik. Saya yakin ini karena kami memiliki kebijakan pembangunan yang sehat dan kebijakan publik yang kredibel," ujar Suahasil, dikutip dari Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dalam konteks Indonesia, ia menjelaskan APBN berperan sebagai instrumen fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi masyarakat. Karena itu, pengelolaan anggaran perlu dilakukan secara kredibel agar dapat mendukung berbagai prioritas pembangunan.
Suahasil juga menyoroti potensi sumber daya alam Indonesia yang didukung agenda hilirisasi dan mobilisasi pendanaan swasta sebagai prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, struktur penduduk yang relatif muda dan peningkatan pendapatan dinilai menjadi modal bagi perkembangan ekonomi kawasan ASEAN. "Belajar dari dunia adalah satu hal, tetapi menceritakan kisah ASEAN, kisah Indonesia, kepada dunia adalah hal lain. Kita memiliki banyak cerita untuk disampaikan," ungkap dia.
Ia menambahkan, pengalaman pembangunan negara-negara ASEAN selama beberapa dekade terakhir dapat menjadi bagian dari narasi pertumbuhan kawasan di tingkat global. "Saya yakin jika kita satukan kisah ASEAN selama 50 hingga 60 tahun terakhir, itu adalah kisah sukses yang layak didengar dunia," kata Suahasil.

(Ilustrasi penghitungan APBN. Foto: dok MI)
Defisit APBN capai Rp319 triliun
Dari sisi fiskal, APBN mencatat defisit Rp319 triliun atau setara 1,24 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 30 September 2026.
Suahasil sebelumnya menyatakan realisasi tersebut masih sejalan dengan desain anggaran. APBN dirancang mencatat defisit Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB pada akhir tahun.
Hingga akhir September 2026, pendapatan negara terealisasi Rp2.341,5 triliun atau 74,2 persen dari target APBN. Nilai tersebut tumbuh 25,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Sementara itu, belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun atau 69,2 persen dari pagu APBN, dengan pertumbuhan 19 persen secara tahunan.
Data tersebut menunjukkan realisasi pendapatan dan belanja negara terus berjalan sepanjang tahun anggaran. Pemerintah menekankan pentingnya menjaga kredibilitas pengelolaan fiskal agar APBN tetap dapat menjalankan fungsi stabilisasi ekonomi, mendukung pembangunan, dan melindungi masyarakat.