Waspadai Pelemahan, Simak Prediksi Harga Emas Pekan Depan

Ilustrasi emas batangan. Foto: bullionvault.com

Waspadai Pelemahan, Simak Prediksi Harga Emas Pekan Depan

Eko Nordiansyah • 29 August 2026 12:15

Jakarta: Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan pekan depan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, tren bearish pada time frame H4 masih menjadi faktor dominan yang membayangi pergerakan logam mulia

"Harga juga belum berhasil menembus area resistance 4.617–4.643, sehingga peluang koreksi masih terbuka. Dalam skenario tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan XAUUSD berpotensi bergerak turun menuju area support berikutnya di 4.540 hingga 4.517," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Pada time frame H4, analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa struktur pasar masih berada dalam tren bearish yang cukup dominan. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda meskipun harga sempat mencoba bergerak lebih tinggi. 

"Kegagalan harga melewati resistance sebelumnya menjadi sinyal bahwa buyer masih belum memiliki kekuatan yang cukup untuk mengubah struktur tren secara signifikan. Oleh karena itu, Dupoin Futures melihat risiko pelemahan masih perlu menjadi perhatian utama untuk pekan depan," kata dia.

Geraldo menyebut, area resistance 4.617–4.643 menjadi level penting dalam proyeksi Dupoin Futures. Zona tersebut sebelumnya menjadi batas yang harus ditembus apabila buyer ingin membawa XAUUSD memasuki fase penguatan yang lebih kuat. 

"Namun, selama harga masih tertahan di bawah area tersebut, tekanan bearish berpotensi tetap mendominasi. Kegagalan breakout dapat mendorong seller kembali mengambil kendali dan membuka ruang bagi harga untuk bergerak menuju support yang lebih rendah," ungkapnya.

Tekanan jual masih berlanjut

Menurut Dupoin Futures, apabila tekanan jual berlanjut, target pertama yang perlu diperhatikan berada di sekitar 4.540. Jika support tersebut tidak mampu menahan pelemahan, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju area 4.517. 

Menurutnya, kedua level ini menjadi zona penting untuk melihat apakah akan muncul respons buyer atau justru terjadi breakdown yang memperkuat struktur bearish. Karena itu, Dupoin Futures menilai pergerakan harga di sekitar area support tersebut akan menjadi salah satu penentu arah XAUUSD berikutnya.

Meski skenario utama masih mengarah pada pelemahan, Dupoin Futures tetap melihat adanya kemungkinan perubahan momentum apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas resistance 4.643. Breakout yang valid dapat menjadi indikasi bahwa tekanan seller mulai berkurang dan buyer mulai mendapatkan kembali kendali. 

"Namun, sebelum kondisi tersebut terjadi, Dupoin Futures masih menempatkan skenario bearish sebagai proyeksi utama untuk pergerakan pekan depan," ujar Geraldo.
(Ilustrasi emas. Foto: Dok Bappebti)

Kebijakan moneter AS jadi perhatian

Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat perhatian pasar akan tertuju pada perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat. Salah satu katalis penting adalah pidato Kevin Warsh dalam agenda Jackson Hole. 

Pernyataan tersebut berpotensi menjadi perhatian investor karena pasar tengah mencari petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) selanjutnya. Di tengah inflasi AS yang masih relatif tinggi, setiap sinyal mengenai suku bunga dapat memengaruhi dolar AS, Treasury Yield, dan pada akhirnya pergerakan XAUUSD.

Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed menjadi faktor yang sangat penting bagi Dupoin Futures dalam membaca prospek emas. Jika pernyataan pejabat The Fed menunjukkan sikap yang lebih hawkish dan mengindikasikan suku bunga akan dipertahankan tinggi lebih lama, dolar AS dan imbal hasil obligasi berpotensi mendapatkan dukungan. 

"Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap emas karena investor memiliki alternatif aset yang memberikan imbal hasil," ungkap dia.

Sebaliknya, Dupoin Futures menilai sinyal kebijakan yang lebih dovish dapat memberikan ruang bagi emas untuk kembali menguat. Jika pasar melihat peluang pelonggaran moneter semakin besar, dolar AS dan yield berpotensi tertekan sehingga daya tarik emas dapat meningkat. 

"Oleh sebab itu, respons pasar terhadap pidato Kevin Warsh akan menjadi salah satu katalis penting yang perlu dicermati sepanjang pekan depan," jelasnya.

Tekanan dari perkembangan geopolitik

Selain kebijakan moneter, Dupoin Futures juga menyoroti perkembangan geopolitik sebagai faktor yang dapat meningkatkan volatilitas emas. Sanksi Amerika Serikat terhadap Iran serta perkembangan situasi di Selat Hormuz masih menjadi perhatian investor. 

"Setiap peningkatan ketegangan geopolitik berpotensi mendorong investor meningkatkan kepemilikan aset safe haven seperti emas, sehingga dapat memberikan penahan terhadap tekanan jual secara teknikal," kata Geraldo.

Namun, apabila risiko geopolitik mulai mereda, permintaan safe haven berpotensi berkurang. Kondisi tersebut dapat membuat emas semakin sensitif terhadap pergerakan dolar AS dan ekspektasi suku bunga The Fed. 

Bagi Dupoin Futures, dinamika antara sentimen safe haven dan kebijakan moneter akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah XAUUSD mampu bertahan dari tekanan bearish atau justru melanjutkan koreksi menuju area support.

Dengan demikian, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas (XAUUSD) masih berpotensi mengalami pelemahan pada pekan depan dengan target utama di area 4.540–4.517. Tren bearish pada time frame H4 dan kegagalan menembus resistance 4.617–4.643 menjadi dasar utama skenario tersebut. 

"Pelaku pasar perlu mencermati respons harga ketika mendekati support karena rejection kuat dapat membuka peluang rebound, sementara penembusan support berpotensi memperkuat tekanan bearish," ujarnya.

Di sisi fundamental, Dupoin Futures menilai pidato Kevin Warsh di Jackson Hole, ekspektasi kebijakan The Fed, sanksi AS terhadap Iran, serta perkembangan Selat Hormuz akan menjadi sejumlah katalis utama yang dapat menentukan volatilitas XAUUSD pada pekan depan.

(Eko Nordiansyah)