Stasiun Jakarta Kota. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Nostalgia di Stasiun Jakarta Kota, dari BEOS hingga TOD MRT
Metro TV • 16 September 2026 20:40
Jakarta: Di tengah hiruk-pikuk modernisasi Ibu Kota, Stasiun Jakarta Kota tetap kokoh berdiri menembus zaman. Lokasi pemberhentian kereta ini menyimpan jejak sejarah kental berbalut arsitektur megah khas Eropa sejak diresmikan pada masa Hindia Belanda 1929.
“Dulu waktu masa kecil saya stasiun ini sering saya kunjungi karena dulu orang-orang daerah saya menyebutnya Stasiun BEOS. BEOS itu kan ada singkatan dari Batavia En Oos-Indische Spoorwegmaatschappij,” kenang Koordinator Komunitas Edan Sepur Jakarta, Jowar Alyas Dwisa, saat berbincang dengan Metrotvnews.com di Stasiun Jakarta Kota, Rabu, 16 September 2026.
Nama "BEOS" merujuk pada perusahaan kereta api swasta era kolonial yang dahulu mengular di kawasan tersebut. Bagi Jowar, ingatan masa kecilnya di stasiun ini berkelindan erat dengan pemandangan area sekitar yang sempat terkesan semrawut dan kurang teratur.
“Dulu di sini tuh semrawut ya. Namun, seiring waktu diubah supaya agak tidak semrawut, jadi jalannya agak geser ke sana. Ini jadi pedestrian atau jadi taman, jadi agak lapang gitu, alhamdulillah. Banyak perubahan-perubahan sih dari saya waktu SD sampe sekarang, lebih rapi juga,” tutur Jowar sambil memandangi sudut-sudut stasiun yang kini tampak lebih lapang dan ramah bagi pejalan kaki.
Meski fasad utama dan keanggunan arsitektur cagar budaya bangunan stasiun tetap dipertahankan, dinamika layanannya terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Layanan kereta api jarak jauh dan kereta lokal yang dulu identik dengan stasiun ini, kini telah berganti wajah.

Komunitas Edan Sepur Jakarta di Stasiun Jakarta Kota. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
“Untuk bangunan stasiun-stasiun ini tetap sama, yang berubah hanya sekitar dan juga layanannya. Dulu kan ada jarak jauh, dulu inget banget saya pernah naik (kereta) lokal ke Rangkasbitung dari sini, sekarang layanannya hanya ke commuter line,” ujar Jowar.
Perjalanan Stasiun Jakarta Kota tak berhenti pada layanan commuter line semata. Stasiun ikonik ini sedang bersiap menyambut babak baru integrasi transportasi massal modern melalui proyek MRT Jakarta yang diproyeksikan rampung pada 2029 mendatang.
“Apalagi di sini tuh ada rencana MRT yang Insya Allah bisa selesai, nanti bisa jadi simpul TOD (Transit-Oriented Development) baru. Jadi dari KRL bisa pindah mudah ke MRT. Mungkin tahun 2029, semoga aja cepat,” harap Jowar.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)