Harga Emas Bertahan di USD4.400, Kebijakan The Fed Dinanti

Ilustrasi emas. Foto: Pixabay

Harga Emas Bertahan di USD4.400, Kebijakan The Fed Dinanti

Eko Nordiansyah • 10 September 2026 08:30

Chicago: Harga emas tidak banyak berubah pada Kamis, 10 September 2026. Hal ini karena investor menantikan data inflasi AS untuk mendapatkan petunjuk apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan minggu depan.

Imbal hasil (yield) Treasury yang lebih tinggi dan ketegangan baru di Timur Tengah tetap menjadi hambatan jangka pendek, meskipun dolar yang lebih lemah dan permintaan jangka panjang terhadap emas batangan terus memberikan dukungan.

Dikutip dari Investing, XAU/USD turun 0,1 persen menjadi USD4.398,53 per ons, sementara Emas Berjangka turun 0,4 persen menjadi USD4.442,00. XAG/USD tidak banyak berubah di level USD67,28 per ons. Sedangkan XPT/USD turun 0,6 persen menjadi USD1.888,23. Indeks Dolar AS tidak banyak berubah di angka 98,81.

Sentimen negatif terus menekan harga emas

Emas telah diperdagangkan dalam kisaran yang relatif sempit di sekitar USD4.400 dalam beberapa minggu terakhir setelah bangkit dari level terendah di dekat USD4.000 pada Juli.

Investor terus mempertimbangkan daya tarik jangka panjang logam ini sebagai lindung nilai portofolio terhadap tekanan jangka pendek akibat imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dan memburuknya ketegangan di Timur Tengah.
(Ilustrasi. Foto: Unplash)

Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik setelah rencana terbaru pemerintah untuk membeli utang berjangka waktu lebih panjang senilai hingga USD6 miliar gagal memengaruhi pasar obligasi. Imbal hasil yang lebih tinggi dapat menekan harga emas karena emas batangan tidak memberikan bunga.

Harga minyak juga tetap menjadi perhatian. Minyak mentah Brent mencapai USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli.

Perang kini telah memasuki bulan ketujuh, dan Iran telah memperingatkan mereka siap menghadapi konflik yang lebih intens jika Amerika Serikat terus melancarkan serangan terhadap wilayah dan infrastrukturnya.

PPI dan CPI akan menguji prospek suku bunga The Fed

Pasar kini memusatkan perhatian pada data indeks harga produsen (PPI) AS Kamis dan indeks harga konsumen (CPI) Jumat menjelang pertemuan kebijakan The Fed. Pasar swap memperkirakan adanya peluang sekitar 65 persen untuk kenaikan suku bunga bulan ini.

Analis pasar senior di IG Tony Sycamore mengatakan harga emas ditutup lebih tinggi semalam di kisaran USD4.402, didukung oleh pelemahan dolar meskipun imbal hasil obligasi AS melonjak tajam.

Sycamore mengatakan harga emas masih jauh di bawah rata-rata pergerakan (moving average) 200 hari yang berada di kisaran USD4.537. Logam mulia ini perlu kembali ke level tersebut untuk memberi sinyal  koreksi dari level tertinggi USD4.697 telah berakhir dan tren kenaikan jangka panjang telah berlanjut kembali.

Menurut World Gold Council, ETF emas global mencatatkan arus masuk sebesar USD18 miliar pada Agustus, arus masuk bulanan terbesar kedua yang pernah tercatat. Kepemilikan emas meningkat 121 ton hingga mencapai rekor 4.189 ton, sementara nilai aset kelolaan naik 16 persen menjadi USD615 miliar.

World Gold Council menyatakan bahwa dana investasi Amerika Utara mencatatkan arus masuk bulanan terbesar ketiga yang pernah ada, sementara dana yang terdaftar di Eropa mencatatkan arus masuk bulanan terbesar sepanjang masa.

(Eko Nordiansyah)