Merakit Persaudaraan dan Nilai Sejarah lewat Sepeda Ontel

Komunitas Onthel Batavia (KOBA). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Merakit Persaudaraan dan Nilai Sejarah lewat Sepeda Ontel

Metro TV • 23 August 2026 12:06

Jakarta: Di tengah megahnya gedung-gedung pencakar langit Jakarta dan riuk-pikuk Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di area Bundaran Hotel Indonesia, deretan sepeda antik berdiri anggun. Mereka seolah menolak punah tergerus zaman.

“Kita nih komunitas satu sepeda, berjuta saudara. Sepeda hanya sarana, silaturahmi tujuan utama. Enggak peduli kamu direktur, kondektur lah kalau sudah gowes, semua sama,” kelakar Ketua Komunitas Onthel Batavia (KOBA), Zainal, 76, kepada Metrotvnews.com di area car free day (CFD) Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026.
 


Bagi Zainal dan kawan-kawan, perkumpulan ini bukan sekadar pameran barang tua, melainkan ruang hangat penyambung rasa kekeluargaan. Dari hobi kayuh pedal ini, pria berusia gaek tersebut telah melanglang buana menyusuri Nusantara hingga menembus Negeri Jiran, Malaysia.

Meski fisik tak lagi seprima dulu untuk melahap jarak jauh, cinta Zainal pada sepeda ontel tak pernah luntur. Garasi rumahnya masih menyimpan 15 unit sepeda antik yang nilainya ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

“Kalau sepeda ontel itu harganya relatif. Bisa Rp10 juta sampai Rp20 juta. Tergantung orisinalitasnya, kalau ngerakit ini (komponennya) sendiri bisa lebih mahal,” tutur Zainal.


Komunitas Onthel Batavia (KOBA). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Anggota KOBA lainnya, Mulyadi, menilai deretan besi tua koleksinya bukan sekadar kendaraan biasa, melainkan simpanan bernilai tinggi yang kian langka.

“Kalau sepeda antik makin tua makin mahal. Enggak kaya motor sekarang. Tapi yang paham (nilainya) ya yang suka-suka aja,” kata Mulyadi.

Di tengah serbuan kendaraan modern bernavigasi canggih, ketelatenan merawat ontel menjadi kebanggaan tersendiri bagi para anggotanya. Bagi komunitas KOBA, mengayuh sepeda antik bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan ruang jeda berharga dari riuhnya kehidupan metropolitan.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)