Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bagi takjil. Foto: Metro TV/ Yona
Di Tengah Tantangan, Kapolri Bangun Kebersamaan dengan Media Lewat Aksi Sosial Ramadan
Siti Yona Hukmana • 25 February 2026 18:23
Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan kegiatan bagi takjil dan buka puasa bersama dengan insan pers dan pemimpin redaksi di Rupatama, Mabes Polri, Jakarta. Kegiatan ini dinilai Kapolri untuk menjaga silaturahmi dan kekuatan untuk menghadapi tantangan bangsa.
"Kita yang pertama mengucapkan terima kasih bahwa kegiatan hari ini bisa kita selenggarakan dan ini tentunya bagian dari upaya kita untuk terus menjaga tali silaturahmi, yang tentunya ini juga menjadi salah satu kekuatan," kata Kapolri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.
Kapolri Jenderal Listyo bersama para pemimpin redaksi sejumlah media massa dan insan pers membagi takjil kepada masyarakat di lampu merah depan Gedung Mabes Polri, Jakarta. Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat, salah satunya pengemudi ojek online.
Pantauan Metrotvnews.com, Kapolri memberikan langsung makanan kepada para pengendara sepeda motor. Penerima takjil terlihat senang dan menyalami Kapolri. Ada pula pengemudi ojek online yang meminta foto bersama.
Kapolri mengatakan pemberian takjil ini ibadah yang memberikan kebaikan untuk bangsa dan negeri tercinta. Termasuk menjaga kekuatan, persatuan, dan kesatuan dalam menghadapi berbagai macam tantangan ke depan.
"Di tengah situasi yang ada, tentunya kita sama-sama ketahui bagaimana perkembangan teknologi informasi yang sangat luar biasa. Perkembangan AI (Artificial Intelligence), perkembangan Deepfake, yang mau tidak mau ini memunculkan dampak yang sangat luar biasa," ungkap Jenderal Listyo.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama dengan insan pers di Rupatama Mabes Polri. Foto: Dok. Metrotvnews.comListyo mengatakan Global Risk Report meramalkan salah satu yang menimbulkan dampak global adalah misinformasi dan disinformasi. Dampak itu diyakini masuk ke situasi dalam negeri dan kehidupan sehari-hari.
"Dan tentunya, ini menjadi tantangan kita semua. Karena memang masyarakat butuh suatu pencerahan. Dan tentunya harapan kita, harapan kita semua, media sebagai salah satu fungsi yang kita harapkan bisa memberikan pencerahan itu," ujar Listyo.
Menurutnya, media bisa memberikan informasi yang faktual dan dipercaya. Sehingga, masyarakat tidak tenggelam dan terbawa oleh misinformasi ataupun disinformasi yang luar biasa terjadi, khususnya di media sosial.
"Harapan kita tentunya media, sebagai salah satu alat kontrol, alat komunikasi yang mewakili suara publik, tentunya terus bisa mewakili publik untuk menjadi alat penghubung, alat komunikasi, khususnya bagi kami-kami, ataupun bagi institusi untuk bisa terus mendengarkan apa yang menjadi harapan masyarakat yang disuarakan melalui media," ungkap mantan Kabareskrim Polri itu.