Ilustrasi. Foto: Freepik.
Bitcoin Naik di Atas USD83 Ribu Seiring Membaiknya Sentimen Risiko
Eko Nordiansyah • 21 October 2026 08:58
New York: Bitcoin naik lebih dari satu persen pada Selasa, 20 Oktober 2026, membalikkan penurunan sebelumnya, seiring sentimen risiko di Wall Street yang terdorong oleh laporan laba kuartalan yang solid. Penurunan tipis harga minyak juga turut memperbaiki sentimen pasar, bahkan saat para investor tengah mencermati prospek suku bunga Federal Reserve menjelang pertemuan kebijakan minggu depan.
Dikutip dari Investing, Rabu, 21 Oktober 2026, mata uang kripto terbesar di dunia ini tercatat naik 1,3 persen menjadi USD83.087,2.
Sebelumnya, harga Bitcoin sempat menembus angka USD83 ribu, namun gagal mempertahankan kenaikan tersebut. Bitcoin tampak kesulitan untuk terus pulih setelah sempat turun dari level di atas USD85 ribu pada awal bulan ini.
Saham menguat, harga minyak turun
Harga minyak sempat naik pada Selasa, dengan minyak mentah berjangka Brent menyentuh level tertinggi dalam lebih dari lima bulan. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, serta serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap infrastruktur energi dan bandara di Arab Saudi.Namun, harga minyak berbalik arah dan turun lebih dari dua persen setelah pejabat tinggi Iran dan Pakistan mengadakan pertemuan. Selain itu, muncul laporan yang belum terkonfirmasi Qatar dan Pakistan telah menawarkan rencana "jalan tengah" kepada AS dan Iran yang dianggap memenuhi tuntutan kedua belah pihak.
Meski demikian, pasar energi tetap dalam kondisi tegang di tengah kekhawatiran bahwa tingginya biaya bahan bakar dapat mempertahankan tekanan harga. Hal ini berpotensi menyulitkan upaya The Fed untuk mengembalikan inflasi ke target dua persen, sekaligus membatasi fleksibilitas bank sentral tersebut dalam melonggarkan kebijakan moneter.
Kondisi keuangan yang lebih ketat dan biaya pinjaman yang tinggi cenderung membebani aset-aset yang sensitif terhadap risiko, seperti mata uang kripto, aset yang pada periode sebelumnya diuntungkan oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar serta likuiditas yang membaik.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Saat ini, para investor tengah mencermati pertemuan The Fed pada 27–28 Oktober untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah suku bunga ke depan. Pasar telah menurunkan ekspektasi akan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Data FedWatch menunjukkan probabilitas sebesar 18 persen untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang. Sementara itu, para pelaku pasar memperkirakan adanya peluang sebesar 75 persen untuk kenaikan suku bunga pada bulan Desember.
Di sisi lain, sentimen terhadap aset berisiko terpantau positif seiring dengan penguatan di Wall Street, yang didorong oleh kenaikan harga saham sejumlah perusahaan besar pasca-rilis laporan laba, serta lonjakan di sektor kesehatan yang bersifat defensif.
Harga kripto mengikuti jejak Bitcoin yang menguat
Mayoritas altcoin bergerak ke zona positif, mengikuti pergerakan Bitcoin. Ethereum, mata uang kripto terbesar kedua di dunia, naik 2,3 persen menjadi USD2.462,78.XRP, mata uang kripto terbesar ketiga di dunia, naik 2,6 persen menjadi USD1,3381.
BNB dan Solana masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 1,5 persen dan 1,8 persen, sementara Cardano menguat 2,6 persen.
Di kategori token meme, Dogecoin naik sebesar 2,8 persen.