2.938 Personel Gabungan Diterjunkan dalam Operasi Patuh Jaya 2026

Sejumlah personel Polda Metro Jaya melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2026 di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya. Foto: ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya.

2.938 Personel Gabungan Diterjunkan dalam Operasi Patuh Jaya 2026

Fachri Audhia Hafiez • 26 October 2026 09:32

Jakarta: Polda Metro Jaya resmi memulai pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026. Sebanyak 2.938 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal jalannya operasi ini.

“Melibatkan 2.938 personel gabungan, di mana Polri ada 2.798, 80 dari TNI, 30 Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dan 30 Satpol PP,” kata Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 26 Oktober 2026.
 


Operasi ini berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelaksanaan operasi lalu lintas tahun ini membawa semangat kebersamaan dalam membangun kedisiplinan pengguna jalan. Hartanto menekankan bahwa pendekatan persuasif dan kolaboratif menjadi landasan utama agar budaya tertib berlalu lintas tumbuh dari kesadaran bersama.

Operasi Patuh Jaya 2026 mengusung tema ‘Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan’. Tema ini menegaskan bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan keamanan serta kelancaran lalu lintas

"Perlu sinergi dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat,” tegas Hartanto.


Sejumlah personel Polda Metro Jaya melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2026 di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Dalam praktiknya di lapangan, petugas akan memfokuskan penindakan pada sejumlah pelanggaran yang berpotensi tinggi memicu kecelakaan lalu lintas.

“Adapun yang menjadi sasaran prioritas meliputi pengendara motor tanpa helm SNI, tidak memakai sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, pelanggaran rambu atau marka, menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, dan melawan arus,” jelas Hartanto.

Hartanto berharap terjadi perubahan perilaku berkendara yang signifikan di tengah masyarakat melalui operasi ini. Hal ini penting demi menciptakan lingkungan berlalu lintas yang aman.

“Dampak yang kita harapkan dari terselenggaranya operasi ini adalah meningkatnya kepatuhan masyarakat secara nyata, terutama pada wilayah-wilayah yang menjadi target kita,” ucap Hartanto.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)