Makna Warna Merah dalam Perayaan Tahun Baru Imlek dan Filosofinya

Ilustrasi Imlek. Foto: Metrotvnews/Zein Zahiratul Fauziyyah.

Makna Warna Merah dalam Perayaan Tahun Baru Imlek dan Filosofinya

Putri Purnama Sari • 1 February 2026 19:20

Jakarta: Warna merah merupakan elemen yang paling identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Berbagai ornamen seperti lampion, hiasan rumah, angpao, hingga pakaian yang dikenakan saat perayaan hampir selalu didominasi oleh warna ini. 

Penggunaan warna merah dalam perayaan Imlek berawal dari legenda masyarakat Tionghoa tentang makhluk mitos bernama Nian.

Menurut legenda, Nian adalah binatang buas yang muncul setiap pergantian tahun dan meneror penduduk desa dengan merusak tanaman, ternak, bahkan membahayakan manusia. 

Penduduk kemudian menemukan bahwa makhluk tersebut takut pada tiga hal, yaitu api, suara keras, dan warna merah. Sejak saat itu, warna merah dipercaya mampu mengusir bahaya dan menjadi simbol perlindungan dalam perayaan Imlek.

Penggunaan Warna Merah saat Perayaan Imlek

Penggunaan warna merah selama perayaan Imlek tidak hanya bersifat dekoratif, tetapi juga diyakini berfungsi sebagai simbol pelindung yang mampu menangkal energi negatif sekaligus menarik kemakmuran.

Selain itu, warna merah kerap digambarkan sebagai simbol matahari dan api yang memiliki makna energi, kehidupan, serta kehangatan. Dominasi warna merah dalam perayaan Imlek diharapkan mampu menghadirkan suasana kebahagiaan, semangat baru, dan harapan akan keberuntungan di tahun yang akan datang.
   

Sejarah dan Filosofi Warna Merah dalam Budaya Tiongkok


Ilustrasi Imlek

Dilansir dari situs Alibaba, warna merah telah lama dipercaya sebagai simbol keberuntungan dan energi positif dalam budaya Tiongkok. Makna warna merah bahkan telah dikenal jauh sebelum perayaan Imlek modern berkembang.

Dalam filsafat tradisional Tiongkok, merah termasuk dalam lima warna unsur yang berkaitan dengan elemen api. Elemen ini melambangkan kekuatan hidup, kehangatan, dan semangat. 

Penggunaan warna merah juga tercatat sejak masa Dinasti Shang dan Zhou, baik dalam ritual keagamaan maupun upacara kerajaan, menegaskan posisinya sebagai warna yang sakral dan penting dalam kehidupan masyarakat Tiongkok.

Legenda Nian kemudian semakin memperkuat dominasi warna merah dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Kebiasaan menggantungkan hiasan merah, mengenakan pakaian merah, serta menyalakan kembang api menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi Imlek.

Kesalahan Memaknai Warna Merah

Meski identik dengan kemeriahan, terdapat sejumlah kesalahpahaman terkait penggunaan warna merah dalam perayaan Imlek. Warna merah tidak hanya melambangkan perayaan, tetapi juga memiliki fungsi perlindungan secara simbolis.

Selain itu, tidak semua benda berwarna merah dianggap membawa keberuntungan. Dekorasi yang rusak atau pudar justru dipercaya melambangkan hal yang kurang baik. 

Begitu pula dengan penggunaan pakaian merah, yang tidak otomatis menjamin keberuntungan. Dalam tradisi Tiongkok, niat baik, sikap hormat, dan penghargaan terhadap nilai leluhur tetap menjadi hal yang utama.

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)