Harga Emas Bergerak Positif di Tengah Memanasnya Risiko Geopolitik Global

Emas batangan. Foto: dok MIND ID.

Harga Emas Bergerak Positif di Tengah Memanasnya Risiko Geopolitik Global

Husen Miftahudin • 5 January 2026 13:29

Jakarta: Harga emas (XAU/USD) dunia menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah kembali memanasnya risiko geopolitik global. Pergerakan emas saat ini berada dalam fase penguatan tren bullish, didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang selaras.

Pada akhir pekan lalu, emas mempercepat pemulihannya di tengah kondisi perdagangan yang relatif sepi akibat libur Tahun Baru di Jepang dan Tiongkok. Emas mencatat kenaikan harian sekitar 1,75 persen dan bergerak mendekati area USD4.400, dimana sebelumnya sempat terkoreksi hingga ke kisaran USD4.274 pada awal pekan.

"Penguatan ini menandai kembalinya minat beli yang cukup agresif, terutama setelah tekanan jual mulai mereda," ungkap analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha dikutip dari analisa hariannya, Senin, 5 Januari 2026.

Ia menjelaskan dari sisi teknikal, kombinasi pola candlestick dan pergerakan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini mengindikasikan tren bullish yang semakin menguat. Struktur harga menunjukkan buyer kembali mendominasi pasar, sehingga peluang lanjutan kenaikan masih terbuka dalam jangka pendek. 

Berdasarkan proyeksi Andy, apabila tekanan bullish mampu dipertahankan, maka emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju area USD4.466 sebagai target kenaikan terdekat. Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi.

"Jika harga gagal melanjutkan kenaikan dan terjadi tekanan jual, maka area USD4.355 diperkirakan menjadi level penurunan terdekat yang patut diperhatikan," tutur dia.
 

Baca juga: Harga Emas Dunia Melejit Gegara Trump Tangkap Maduro
 

Sentimen geopolitik jadi katalis penguatan emas


Dari sisi fundamental, sentimen geopolitik kembali menjadi katalis utama penguatan emas. Harga emas tercatat naik hingga ke sekitar USD4.370 pada awal sesi Asia untuk perdagangan Senin (5/1), seiring meningkatnya ketidakpastian global setelah Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Laporan media internasional menyebutkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump menyerukan langkah militer berskala besar terhadap Venezuela dan menangkap Maduro tanpa persetujuan Kongres, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan Amerika Latin.

Ketegangan tersebut diperkuat oleh pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang menyatakan Amerika Serikat akan menggunakan pengaruhnya atas sektor minyak untuk mendorong perubahan politik di Venezuela.

Potensi konflik dan ketidakpastian ini secara historis cenderung meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas, yang dianggap lebih aman di tengah gejolak global.


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Ekspektasi kebijakan Fed turut topang harga emas


Selain faktor geopolitik, ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve juga terus menopang harga emas. Risalah FOMC terbaru menunjukkan mayoritas pejabat The Fed menilai penurunan suku bunga masih tepat dilakukan seiring melandainya inflasi, meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai waktu dan besaran pelonggaran tersebut.

"Suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi logam mulia," terang dia.

Menurut Andy, pelaku pasar akan mencermati rilis data ketenagakerjaan AS, khususnya laporan Nonfarm Payrolls periode Desember. Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi menguatkan dolar AS dan menekan harga emas dalam jangka pendek.

"Namun secara keseluruhan, kombinasi ekspektasi penurunan suku bunga di AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk dinamika Rusia-Ukraina dan sikap agresif AS terhadap Iran, dinilai masih menjaga prospek positif emas dalam waktu dekat," tegas dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)