Pramono Minta Jaringan Judol Hayam Wuruk Ditindak Tegas

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Pramono Minta Jaringan Judol Hayam Wuruk Ditindak Tegas

Fachri Audhia Hafiez • 13 May 2026 12:12

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta aparat penegak hukum menindak tegas jaringan judi online (judol) internasional yang berlokasi di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Pramono menekankan pentingnya tindakan konsisten untuk memberikan efek jera agar praktik serupa tidak kembali menjamur di Jakarta.

“Mudah-mudahan tindakan ini tidak setengah-setengah, sehingga bisa menimbulkan efek jera bagi siapa pun yang mempunyai keinginan untuk melakukan judi online di Jakarta,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 13 Mei 2026.
 


Pramono memberikan dukungan penuh kepada Satuan Brimob Polda Metro Jaya dalam operasi penegakan hukum tersebut. Ia menilai praktik judi online telah memberikan dampak negatif yang masif, terutama menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah dengan iming-iming keuntungan semu.

“Karena seperti kita ketahui bersama, judol itu sudah memberikan dampak yang sangat negatif terutama bagi warga yang tidak berpendidikan, tidak mampu, dan mereka tertarik dengan sesuatu yang iming-iming, tetapi sebenarnya ini sangat-sangat merugikan,” ucap Pramono.


Penyidik Bareskrim Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus sindikat judi online (judol) di gedung perkantoran kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Selasa, 12 Mei 2026. Dok. Istimewa

Sebelumnya, Mabes Polri menangkap 321 orang dalam penggerebekan jaringan judol internasional di Hayam Wuruk Plaza Tower. Sebanyak 320 orang di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) yang kini penahanannya dititipkan ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

"Ada macam-macam. Ada yang telemarketing, customer service, ada juga yang bagian admin, termasuk yang menampung," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra di Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026.

Polri memastikan akan terus melakukan pendalaman guna mengembangkan peran ratusan WNA tersebut dalam sindikat perjudian internasional. "Kami akan tetap melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap kasus ini. Jadi, tidak berhenti sampai di sini," kata Wira.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)