Yulius Fang menunjukkan pajangan tulisan Fu dalam bahasa Tionghoa di kediamannya di Jakarta. Foto: ANTARA/Fitra Ashari.
Simbol Keberuntungan Imlek, Ini Cara Mengundang Rezeki Menurut Feng Shui
Fachri Audhia Hafiez • 17 February 2026 15:31
Jakarta: Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan berbagai dekorasi khas yang menghiasi rumah keluarga keturunan Tionghoa. Kehadiran benda-benda ini bukan sekadar pemanis ruangan, melainkan simbol doa dan harapan agar pemilik rumah senantiasa dilimpahi keberuntungan dan kemakmuran sepanjang tahun.
"Semua orang, tanpa kecuali, mau dari muda sampai tua, mau laki maupun wanita, kita butuh satu keberuntungan dalam hidup kita. Makanya Feng Shui Astrologi, bazi, dan kawan-kawan ini berusaha keras untuk menghadirkan keberuntungan di dalam diri kita," ujar Pakar Feng Shui, Yulius Fang di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 11 Februari 2026.
Yulius menjelaskan salah satu benda paling ikonik adalah tulisan Fu, simbol bahasa Tionghoa yang berarti beruntung atau hoki. Menariknya, masyarakat sering memasang tulisan ini secara terbalik dengan kepercayaan bahwa keberuntungan akan "tumpah" dan tertampung oleh penghuni rumah. Selain itu, elemen buah-buahan seperti jeruk dan apel juga memiliki makna filosofis yang mendalam.
"Apel itu melambangkan Ping an, artinya aman, sentosa, selamat, damai, harmoni, seperti itu. Jadi, kedua buah ini biasanya juga sering di display baik sincia ataupun tidak sincia," jelas Yulius.
Tak hanya buah dan tulisan, hiasan seperti patung tiga dewa Fu Lu Shou (keberuntungan, karier, dan panjang umur) serta Dewa Harta Caishen sering kali menjadi pajangan utama di rumah.

Umat Buddha di Vihara Dharma Bakti Banda Aceh menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati.
Guna "mengundang" energi positif tersebut, warga Tionghoa memiliki tradisi unik dengan membuka pintu, jendela, serta menyalakan seluruh lampu rumah tepat pada malam pergantian tahun atau sincia.