Legislator: Jakarta Jadi Kota Teraman Perlu Terus Ditingkatkan

Ilustrasi - Kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp/am.

Legislator: Jakarta Jadi Kota Teraman Perlu Terus Ditingkatkan

Siti Yona Hukmana • 14 April 2026 21:24

Jakarta: Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina menyatakan laporan Global Residence Index yang menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota teraman di Asia Tenggara patut disyukuri. Namun, perlu terus ditingkatkan.

"Kita senang sekali (atas prestasi menjadi kota teraman), tapi mesti terus ditingkatkan," kata Wa Ode di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 14 April 2026.

Menurut laporan tersebut, capaian Jakarta didorong berbagai faktor, mulai dari integrasi transportasi publik, digitalisasi layanan, penguatan ruang publik, hingga upaya pengendalian risiko perkotaan. Dia menilai di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno transformasi Jakarta menuju kota global terus berjalan dengan pendekatan yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Namun, pengembangan transportasi publik di Jakarta masih perlu difokuskan pada peningkatan konektivitas antarrute, serta perluasan akses hingga ke lingkungan permukiman warga. Masukan tersebut telah disampaikan kepada masyarakat saat sosialisasi Perda, terutama terkait kebutuhan integrasi layanan transportasi agar dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Aspirasi transportasi lebih terkoneksi, terutama moda kecil ke lingkungan," ujar Wa Ode.

Ia mencontohkan pentingnya penguatan jaringan angkutan pengumpan (feeder) seperti JakLingko di kawasan permukiman, sehingga warga tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi atau angkutan lainnya untuk menuju halte maupun stasiun utama. Seperti dari Kemayoran ke SMA 1 masih belum tersambung penuh, yang membuat warga masih harus naik transportasi lain.

"Kalau JakLingko diperbanyak, akan jauh lebih mudah dan nyaman," ungkap Wa Ode.

Ilustrasi DKI Jakarta. Foto: Medcom.id.

Selain konektivitas harian, Wa Ode menekankan pentingnya penambahan armada transportasi umum pada momen-momen tertentu seperti pertandingan olahraga dan konser. Karena, kata dia, peningkatan layanan pada saat event besar akan semakin mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik.

Dalam sistem transportasi terintegrasi, layanan seperti TransJakarta menjadi salah satu tulang punggung mobilitas warga Jakarta. Namun, Wa Ode mendorong TransJakarta dapat terus melakukan peningkatan kenyamanan, aksesibilitas, dan efisiensi perjalanan.

Jakarta menempati peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara pada 2026 berdasarkan laporan Global Residence Index, dengan catatan skor keamanan 0,72. Jakarta berada di bawah Singapura yang mencatat skor sekitar 0,90. Jakarta masuk jajaran kota teraman dunia, mengungguli kota-kota besar lain seperti Bangkok (±0,65), Kuala Lumpur (±0,57), dan Manila (±0,41).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)