Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.688/USD Jumat Pagi

Ilustrasi rupiah. Metrototvnews.com/Husen Miftahudin

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.688/USD Jumat Pagi

Eko Nordiansyah • 28 August 2026 09:19

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penguatan. Rupiah menguat saat dolar AS datar menanti sinyal kebijakan suku bunga The Fed.

Mengutip data Bloomberg, Jumat, 28 Agustus 2026, rupiah berada di level Rp17.688 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik 56 poin atau setara 0,32 persen dari Rp17.744 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.757 per USD. Rupiah bergerak melemah dibandingkan pembukaan perdagangan kemarin sebesar Rp17.712 per USD.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Rupiah fluktuatif cenderung melemah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah. Mata uang rupiah diproyeksi bergerak di rentang Rp17.740 per USD hingga Rp17.790 per USD.

Ibrahim mengatakan, pasar akan mencermati perkembangan sentimen global, terutama dinamika geopolitik di Timur Tengah dan sinyal kebijakan moneter AS. Dari domestik, pasar merespons positif aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026 yang berlangsung tertib dan damai.

Salah satu sentimen yang menjadi perhatian adalah perkembangan pembicaraan Iran dan Qatar yang dinilai berpotensi mendorong dibukanya kembali Selat Hormuz. Ia menyebut Iran dan Oman tengah memfinalisasi perincian kesepakatan terkait pengelolaan Selat Hormuz.

"Jika gangguan terhadap jalur tersebut mereda, tekanan terhadap pasokan energi global berpotensi berkurang. Kondisi itu juga dapat memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah," ujarnya.

Selain itu, arah kebijakan suku bunga The Fed juga menjadi perhatian. Ibrahim menjelaskan, pasar akan mengarahkan perhatian pada sejumlah agenda ekonomi yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter The Fed. 

"Fokus pasar hari ini adalah rilis data klaim awal tunjangan pengangguran mingguan, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole pada Jumat," kata dia.

(Eko Nordiansyah)