Arsip foto - Perwakilan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) Andrie Yunus (kedua kiri) saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (4/6/2025). ANTARA/Ilham Kausar/aa.
RSCM: Andrie Yunus Mengalami Luka Bakar hingga Gangguan Penglihatan
Siti Yona Hukmana • 17 March 2026 10:47
Jakarta: RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) memberikan penanganan medis intensif kepada Wakil Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, 27. Andrie merupakan korban penyiraman air keras pada Kamis, 12 Maret 2026 malam.
Menurut Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara, pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat, 13 Maret 2026 dini hari. Andrie mengalami luka bakar pada sejumlah anggota tubuh.
"Dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan," kata Yoga dalam keterangan di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 17 Maret 2026.
Setibanya di IGD, Yoga menyebut tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. "Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka," ujar Yoga.
"Luka tersebut terutama terdapat pada area wajah, khususnya di sisi kanan, termasuk pada mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada," ungkap Yoga.
Kemudian, sesuai penilaian medis Dokter Penanggungjawab Pelayanan (DPJP), terdapat koreksi penilaian medis yang menyatakan Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh, serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut.

Ilustrasi Pexels
"Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea," jelas Yoga.
Untuk menangani kondisi tersebut, dia menuturkan pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan. Selanjutnya, pasien dirawat di High Care Unit (HCU) luka bakar untuk mendapatkan pemantauan dan perawatan lebih lanjut secara komprehensif oleh tim medis multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan.
"Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol," tutur Yoga.
Saat ini, kata dia, kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa. Penanganan medis terus dilakukan secara bertahap, sesuai dengan perkembangan kondisi pasien.
"Termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan," ungkap Yoga.
RSCM dipastikan berkomitmen memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan profesional bagi setiap pasien yang membutuhkan penanganan kasus trauma kompleks serupa.