Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Mentarimulia.co.id
Wall Street Ditutup Variatif, Dow Jones Paling Cuan
Husen Miftahudin • 3 July 2026 08:50
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis waktu setempat, setelah investor mencermati laporan nonfarm payrolls Juni yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja. Data tersebut turut mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Mengutip Investing.com, Jumat, 3 Juli 2026, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 594,83 poin atau 1,14 persen ke rekor tertinggi baru di level 52.900,07. Sementara itu, indeks S&P 500 naik tipis 0,01 poin dan berakhir di 7.483,24. Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite terkoreksi 207,36 poin atau 0,8 persen menjadi 25.832,67.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sebanyak delapan sektor ditutup di zona hijau. Sektor perawatan kesehatan memimpin penguatan dengan kenaikan 2,7 persen, diikuti sektor barang konsumsi pokok yang naik 2,41 persen. Di sisi lain, sektor teknologi dan layanan komunikasi menjadi pemberat utama pasar dengan penurunan masing-masing 1,46 persen dan 0,83 persen.
| Baca juga: Wall Street Terkoreksi usai Lonjak Tajam di Kuartal II |
Data tenaga kerja melambat
Investor menelaah laporan ketenagakerjaan bulanan setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan pentingnya menjadikan data ekonomi sebagai acuan utama dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah pekerjaan di sektor non-pertanian bertambah 57 ribu pada Juni, setelah penyesuaian musiman. Capaian tersebut menunjukkan perlambatan signifikan dan berada di bawah proyeksi pasar.
Jumlah itu lebih rendah dibanding revisi Mei yang tercatat 129 ribu pekerjaan, serta jauh di bawah konsensus Dow Jones sebesar 115 ibu dan proyeksi ekonom Bloomberg di level 113 ribu. Adapun tingkat pengangguran bertahan di 4,2 persen.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 18 persen pada pertemuan Federal Reserve akhir Juli, turun dari 29 persen sehari sebelumnya.
Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada September juga turun menjadi 54 persen dari sebelumnya 64 persen setelah data ketenagakerjaan dirilis.

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Saham chip dan Tesla tertekan
Tekanan kembali menghantam saham-saham semikonduktor dan memori. ETF iShares Semiconductor melemah 5,5 persen. Saham Advanced Micro Devices turun 4,26 persen, sementara Marvell Technology anjlok hampir 10 persen. Pelemahan juga terjadi pada Nvidia dan Broadcom. ETF Roundhill Memory ikut turun hampir 8 persen, sedangkan SanDisk merosot lebih dari 14 persen.
Di luar sektor teknologi, saham Tesla terkoreksi 7,49 persen meski produsen kendaraan listrik itu melaporkan pengiriman kuartal kedua lebih kuat dari perkiraan, yakni lebih dari 480 ribu unit. Angka tersebut melampaui estimasi analis yang berada di kisaran 400 ribu unit.
Sebaliknya, Apple menjadi penopang utama Dow Jones setelah menguat hampir 5 persen. Sementara itu, Moderna melonjak 10,01 persen dan membantu mendorong penguatan sektor kesehatan secara keseluruhan.
Diketahui, perdagangan pasar saham AS akan libur pada Jumat untuk memperingati Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.