Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Xinhua
Tokoh Ekonomi AS 'Pasang Badan' untuk Ketua The Fed Jerome Powell, Ada Apa?
Eko Nordiansyah • 13 January 2026 16:36
Jakarta: Langkah hukum yang menargetkan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, memicu reaksi keras dari para tokoh ekonomi paling berpengaruh di Amerika Serikat (AS). Ketiga mantan Ketua The Fed beserta sepuluh mantan pejabat tinggi ekonomi lainnya, secara resmi mengecam penyelidikan kriminal yang dilakukan jaksa federal terhadap Powell.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Senin, 12 Januari 2026, Ben Bernanke, Alan Greenspan, dan Janet Yellen menegaskan, bahwa penyelidikan yang dilakukan terhadap Powell merupakan upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melemahkan independensi bank sentral.
“Penyelidikan kriminal terhadap Powell adalah upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menggunakan serangan penuntutan guna melemahkan independensi The Fed,” demikian pernyataan bersama yang ditandatangani, dikutip dari Xinhua, Selasa 13 Januari 2026.
Selain mantan ketua Fed, surat pernyataan itu juga turut ditandatangani oleh jajaran ahli ekonomi ternama, di antaranya, Mantan Menteri Keuangan AS, Mantan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi dan mantan kepala ekonom Dana Moneter Internasional (IMF). Para tokoh ini menekankan, tanpa independensi, The Fed akan kesulitan mencapai mandat dari kongres, seperti stabilitas harga, lapangan kerja maksimal dan suku bunga jangka panjang.
Pernyataan tersebut, juga memberikan peringatan keras mengenai dampak ekonomi jika intervensi terus berlanjut. Mereka beranggapan, serangan terhadap institusi dapat memicu konsekuensi negatif serta mengganggu fungsi perekonomian secara luas.
.jpg)
(Ilustrasi Gedung The Fed. Foto: Xinhua/Liu Jie)
Duduk perkara penyelidikan
Ketegangan yang terjadi bermula ketika Jerome Powell mengungkapkan jaksa federal tengah menyelidiki dirinya terkait proyek renovasi kantor pusat The Fed yang bernilai miliaran dolar. Meski di bawah tekanan hukum, Powell tetap menunjukkan sikap teguh.
"Saya akan terus melakukan pekerjaan yang telah disetujui Senat untuk saya lakukan," tegasnya dalam pernyataan singkat.
Dalam pernyataan yang dirilis akun X resmi The Fed pada Minggu waktu setempat, Powell turut menjelaskan, bahwa tekanan dan penyelidikan yang terjadi tak lepas dari tekanan politik Trump, sebab The Fed menolak memangkas suku bunga demi ambisi politik jangka pendek. (Surya Mahmuda)