Pascateror Bom, Kegiatan Belajar SDN Srengseng Sawah 15 Normal Besok

Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya berjaga saat proses penyisiran usai adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa. Foto: ANTARA FOTO/Fauzan.

Pascateror Bom, Kegiatan Belajar SDN Srengseng Sawah 15 Normal Besok

Fachri Audhia Hafiez • 13 July 2026 19:22

Jakarta: Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dipastikan kembali berlangsung normal pada Selasa, 14 Juli 2026. Keputusan ini diambil setelah tim gabungan kepolisian merampungkan penyisiran dan menyatakan seluruh area sekolah steril dari benda mencurigakan pasca-adanya ancaman teror bom.

"Perbedaannya adalah untuk kegiatan besok, kami telah bersinergi dengan pihak kepolisian. Kami juga akan melibatkan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Pemprov DKI Jakarta," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso, di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta, dilansir Antara, Senin, 13 Juli 2026.
 


Santoso menjelaskan bahwa seluruh aktivitas sekolah, termasuk lanjutan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), akan berjalan seperti biasa tanpa agenda khusus. Pihak sekolah dipastikan langsung mengikuti jadwal pembelajaran normatif yang sudah tersusun dalam kalender akademik.

Berdasarkan hasil komunikasi psikologis di lapangan, Sudindik Jakarta Selatan memastikan kondisi mental para tenaga pendidik maupun murid dalam keadaan stabil dan tidak menunjukkan indikasi trauma.

"Tentu hal ini akan menjadi bahan evaluasi bersama. Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi di DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Selatan," ujar Santoso.


Personel kepolisian berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Insiden teror menakutkan ini terjadi pada hari pertama masuk sekolah, Senin pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat seluruh siswa dan guru sedang melangsungkan upacara bendera, seorang guru kelas 1 serta staf Tata Usaha (TU) secara mengejutkan menerima pesan intimidasi melalui aplikasi WhatsApp.

Dalam pesan singkat dari orang tak dikenal tersebut, pelaku mengancam akan meledakkan bom di 11 titik area sekolah. Pelaku juga sempat mengintimidasi para guru agar tidak melaporkan ancaman ini ke aparat hukum. 

Namun, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan sterilisasi darurat demi keselamatan siswa.

(Fachri Audhia Hafiez)