WFH Setelah Lebaran Bisa Hemat BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia

Ilustrasi. Foto: dok Istimewa.

WFH Setelah Lebaran Bisa Hemat BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia

Husen Miftahudin • 23 March 2026 15:22

Jakarta: Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mendukung penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) setelah Lebaran, sebagai upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia.
 
"Tentu kebijakan ini menghemat konsumsi BBM secara nasional karena berkurangnya mobilitas masyarakat, khususnya pekerja," ucap Eddy seperti dikutip dari Antara, Senin, 23 Maret 2026.
 
Apabila anak sekolah juga termasuk di dalam kebijakan tersebut, tutur Eddy, tentunya mobilitas masyarakat akan kian berkurang, sehingga dapat menghemat lebih banyak BBM secara nasional.
 
Meskipun demikian, Eddy mencermati pentingnya pemerintah menjaga agar roda perekonomian tidak melambat imbas dari kebijakan WFH tersebut.
 
Eddy meminta agar sektor industri dan manufaktur untuk tetap beroperasi sebagai bagian dari upaya menjaga perputaran roda perekonomian, di tengah upaya melakukan penghematan energi.
 
"Roda perekonomian jangan sampai melambat, khususnya sektor industri dan manufaktur yang perlu tetap beroperasi," ujar Eddy.
 

Baca juga: Pemerintah Kaji Skema WFH Satu Hari dalam 5 Hari Kerja


(Ilustrasi WFH. Foto: Pexels)
 

WFH jadi langkah antisipasi dampak krisis global

 
Sebelumnya, dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi BBM serta mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah atau WFH sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.
 
Kemudian, pada Sabtu, 21 Maret 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kebijakan WFH mulai diterapkan setelah Lebaran, sebagai upaya penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.
 
Airlangga menyatakan kebijakan ini berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diimbau pula untuk sektor swasta. Ia juga menyampaikan WFH hanya akan berlaku satu hari dalam sepekan.
 
Ia menambahkan pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasi berjalan efektif.
 
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa penerapan WFH sehari dapat memberikan dampak efisiensi energi, khususnya penghematan bahan bakar minyak (BBM). Ia menjelaskan alasan kebijakan ini hanya diberlakukan sehari adalah untuk menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan produktivitas.
 
Purbaya menambahkan apabila WFH diberlakukan sehari misalnya pada Jumat, maka akan tercipta rangkaian akhir pekan yang lebih panjang, yakni Jumat–Sabtu–Minggu. Hal ini dinilai dapat mendorong aktivitas rumah tangga sekaligus memberikan dorongan kecil bagi sektor pariwisata.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)