Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua
Wall Street Melonjak, Ini Pemicunya
Eko Nordiansyah • 4 September 2026 07:52
New York: Wall Street berakhir dengan kenaikan signifikan pada Kamis, 3 September 2026, saat investor kembali masuk ke pasar saham setelah beberapa sesi perdagangan yang penuh gejolak.
Sentimen pasar didukung oleh penurunan imbal hasil Treasury AS di tengah komentar positif dari seorang pejabat pembuat kebijakan Federal Reserve, serta kenaikan pada saham-saham sektor perangkat lunak.
Sektor teknologi juga mencatat perkembangan penting dengan konfirmasi Nvidia, mereka telah sepakat untuk mengakuisisi platform kecerdasan buatan (AI) sumber terbuka, Hugging Face, senilai hampir USD13 miliar. Sementara itu, harga minyak tetap tinggi menyusul agresi militer lanjutan dari Iran terhadap pangkalan AS di Kuwait.
Dikutip dari Investing, Jumat, 4 September 2026, indeks blue chip Dow Jones Industrial Average naik 1,2 persen dan ditutup pada level 53.685,52 poin, indeks acuan S&P 500 menguat 1,1 persen ke posisi 7.747,71 poin, dan indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 1,4 persen untuk berakhir di angka 26.584,06 poin.
Imbal hasil obligasi turun dari level tertinggi
Kabar utama dalam beberapa minggu terakhir adalah penurunan tajam yang berkepanjangan di pasar obligasi AS dan global, yang mendorong imbal hasil ke level tertinggi dalam beberapa tahun serta meningkatkan biaya pinjaman.Pemicu aksi jual ini antara lain kekhawatiran akan inflasi di tengah tingginya harga minyak, ketakutan mengenai penerbitan utang yang tidak berkelanjutan oleh perusahaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur AI, serta membengkaknya utang fiskal.
Pada hari Selasa, imbal hasil (yield) obligasi acuan AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November 2023, sementara imbal hasil tenor dua tahun mencapai level tertinggi sejak Juli 2024.
Angka-angka tersebut sempat melandai pada hari Rabu, dan penurunan berlanjut pada hari Kamis; imbal hasil 10 tahun terakhir tercatat turun 2,2 basis poin menjadi 4,772 persen, dan imbal hasil dua tahun turun 4,6 basis poin menjadi 4,340 persen.
(2).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Komentar positif dari Gubernur The Fed Christopher Waller turut memperbaiki sentimen pasar. Meskipun inflasi masih berada jauh di atas target dua persen yang ditetapkan Federal Open Market Committee (FOMC), data terbaru menunjukkan bahwa kita akhirnya melihat tanda-tanda disinflasi.
"Jika tren ini berlanjut dalam data yang akan dirilis dua minggu ke depan, saya cenderung mendukung untuk mempertahankan target suku bunga federal funds pada tingkat saat ini," ujar Waller dalam pernyataan yang disiapkan untuk wawancara Reuters NEXT di Washington, D.C.
Anggota FOMC yang memiliki hak suara tersebut menambahkan keyakinannya bahwa kondisi inflasi yang mendasar (underlying inflation) jauh lebih baik daripada yang ditunjukkan oleh angka inflasi inti (core inflation).
Pernyataan tersebut mencerminkan nada yang tidak terlalu hawkish dibandingkan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada konferensi tahunan Jackson Hole pekan lalu.
Pelaku pasar akan menerima laporan nonfarm payrolls bulan Agustus pada hari Jumat. Meski indikator pasar tenaga kerja belakangan ini menunjukkan pelemahan, gambaran umum ketenagakerjaan tetap tangguh, sehingga memberikan ruang bagi FOMC untuk berfokus pada inflasi. Namun, setiap tanda pelemahan dalam kondisi ketenagakerjaan dapat menempatkan bank sentral dalam dilema terkait mandat gandanya.
Saham perangkat lunak menguat, proyeksi kinerja Broadcom mengecewakan
Di luar isu suku bunga, saham-saham sektor perangkat lunak mengalami kenaikan pada hari Kamis; ETF iShares Expanded Tech-Software Sector ditutup naik 3,4 persen. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan lebih dari 16 persen pada saham Snowflake, setelah platform data berbasis cloud tersebut menaikkan proyeksi pendapatan tahunan dari produknya.Pimpinan tertinggi Snowflake, Sridhar Ramaswamy, menyoroti bahwa AI sedang menciptakan efek flywheel (momentum yang saling memperkuat) di seluruh lini bisnis perusahaan.
Di sisi lain, saham Broadcom turun 2,7 persen dan masuk dalam daftar saham dengan penurunan persentase terbesar di Nasdaq setelah perusahaan merilis proyeksi pendapatan kuartal berjalan yang berada di bawah estimasi konsensus.
Broadcom merupakan pemain utama dalam industri semikonduktor dan solusi perangkat lunak infrastruktur; perusahaan ini merancang cip AI serta memproduksi produk semikonduktor yang menjangkau berbagai pasar lainnya.
Pesaing Broadcom mencakup perusahaan pembuat dan perancang cip lain seperti Nvidia, Marvell, Qualcomm, dan AMD telah menjadi alternatif yang layak selain Nvidia bagi perusahaan hyperscaler seperti Alphabet dan Meta untuk memproduksi cip mikro yang dikenal sebagai application-specific integrated circuits (ASIC).
Sementara Nvidia, perusahaan terbesar di dunia tersebut pada hari Kamis mengonfirmasi laporan media bahwa mereka telah sepakat untuk mengakuisisi Hugging Face, sebuah platform AI sumber terbuka (open source) yang menaungi ekosistem luas dan saling terhubung, melayani lebih dari 18 juta pengembang, peneliti, dan kreator.
Nvidia menyatakan akan menggelontorkan dana sebesar USD12,93 miliar untuk akuisisi tersebut. Sementara CEO Jensen Huang mengatakan bahwa Hugging Face akan tetap menjadi platform terbuka bagi seluruh ekosistem AI.