Salim Segaf Al-Jufri, Jejak Ulama dan Politikus hingga Anggota Wantimpres RI

Salim Segaf dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Wantimpres RI di Istana Negara. Foto: Tangkapan layar Sekretariat Presiden

Salim Segaf Al-Jufri, Jejak Ulama dan Politikus hingga Anggota Wantimpres RI

Deny Irwanto • 2 October 2026 17:17

Jakarta: Salim Segaf Al-Jufri dikenal sebagai ulama sekaligus politikus Indonesia yang pernah menduduki sejumlah jabatan publik. Hari ini Jumat, 2 Oktober 2026, Salim Segaf dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Wantimpres RI di Istana Negara.

Sebelum mendapat penugasan tersebut, Salim pernah dipercaya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi dan Oman. Ia kemudian menjabat Menteri Sosial pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.

Salim Segaf Al-Jufri lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 17 Juli 1954. Ia memiliki latar belakang pendidikan keislaman dan sepanjang perjalanan kariernya aktif dalam kegiatan dakwah, pendidikan, diplomasi, pemerintahan, serta politik.

 

Pendidikan di Universitas Islam Madinah

Perjalanan pendidikan Salim Segaf banyak berlangsung di Arab Saudi. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana, magister, hingga doktoral di bidang syariah di Universitas Islam Madinah, masing-masing pada 1976, 1980, dan 1986.

Latar belakang pendidikan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam kiprahnya sebagai pengajar dan tokoh yang aktif dalam kegiatan keislaman. Ia tercatat pernah mengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA), serta Dirasat Islamiyah Jakarta.

Salim juga merupakan cucu Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua, pendiri Yayasan Al-Khairaat. Latar belakang keluarga tersebut turut menjadi bagian dari perjalanan Salim dalam lingkungan pendidikan dan keagamaan.

Menjadi Diplomat Indonesia

Sebelum masuk ke pemerintahan, Salim Segaf dipercaya menjalankan tugas diplomatik sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi dan Oman. Ia menjalankan jabatan tersebut pada 2005 hingga 2009 dan menggantikan Muhammad Maftuh Basyuni.

Penugasan sebagai diplomat menjadi bagian dari perjalanan Salim dalam hubungan luar negeri Indonesia. Setelah masa tugas diplomatik tersebut berakhir, perjalanan kariernya berlanjut ke pemerintahan.

Menjabat Menteri Sosial

Pada 22 Oktober 2009, Salim Segaf Al-Jufri dilantik sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia. Ia menduduki jabatan tersebut dalam Kabinet Indonesia Bersatu II di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono hingga 20 Oktober 2014.

Dalam riwayat jabatan tersebut, Salim menggantikan Bachtiar Chamsyah sebagai Menteri Sosial. Setelah masa jabatannya berakhir, posisi Menteri Sosial kemudian diteruskan oleh Khofifah Indar Parawansa.

Pengalaman di pemerintahan menjadi bagian lain dari perjalanan Salim yang sebelumnya telah berkecimpung dalam dunia pendidikan, keagamaan, dan diplomasi.


Presiden Prabowo Subianto melantik anggota Wantimpres RI di Istana Negara. (Dokumentasi/ Metro TV)

Kiprah di PKS

Setelah berkiprah di pemerintahan, Salim Segaf tetap aktif dalam dunia politik. Ia tercatat pernah menjadi Ketua Dewan Syariah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan kemudian terpilih sebagai Ketua Majelis Syura PKS pada 2015.

Di lingkungan PKS, posisi tersebut menempatkannya dalam struktur kepemimpinan partai. Selain aktivitas politik, Salim juga tercatat pernah menjadi Direktur Perwakilan World Assembly of Muslim Youth (WAMY) untuk kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara serta Direktur Syariah Consulting Center.

Aktivitas sebagai Pengajar dan Ulama

Di luar aktivitas politik dan pemerintahan, Salim tetap memiliki keterkaitan dengan dunia pendidikan dan kajian Islam. Pengalamannya sebagai akademisi dan pengajar berjalan berdampingan dengan aktivitasnya dalam organisasi dan kegiatan keagamaan.

Dengan perjalanan tersebut, kiprah Salim Segaf Al-Jufri mencakup sejumlah bidang, mulai dari pendidikan Islam, diplomasi, pemerintahan hingga politik. Pelantikannya sebagai anggota Wantimpres RI pada 2 Oktober 2026 menjadi bagian terbaru dalam perjalanan kariernya di tingkat nasional.

(Silvana Febiari)