Bus Trans Jatim Koridor Malang di Halte Stasiun Malang Kota Baru. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq
Empat Shelter Trans Jatim di Kota Malang Dinonaktifkan Selama Mujahadah Kubro NU
Daviq Umar Al Faruq • 6 February 2026 15:25
Malang: Arus penumpang Bus Trans Jatim di Kota Malang, Jawa Timur, bakal sedikit terganggu selama pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7-8 Februari 2026. Empat titik henti strategis di pusat kota dipastikan tidak melayani naik-turun penumpang akibat penyesuaian lalu lintas menuju Stadion Gajayana.
“Empat titik yang kami nonaktifkan itu untuk mengantisipasi titik macet di sekitar venue satu abad NU,” kata Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro, Jumat, 6 Februari 2026.
Empat titik henti Bus Trans Jatim yang dinonaktifkan sementara antara lain Shelter Kayutangan, Rambu Ijen, Shelter Ijen, dan Shelter Kawi. Keempat titik tersebut berada di jalur yang diprediksi menjadi kantong kemacetan seiring membludaknya jamaah Mujahadah Kubro NU.
Penonaktifan shelter mulai diberlakukan pada Sabtu 7 Februari pukul 15.00 WIB dan berlanjut hingga Minggu 8 Februari 2026. Namun khusus hari Minggu, pengaktifan kembali bersifat fleksibel menyesuaikan situasi di lapangan.
“Untuk tanggal 8 nanti, akan diaktifkan kembali jika kondisi sudah memungkinkan. Kalau sudah tidak crowded atau tidak ada parkir kendaraan, langsung kami aktifkan,” ujar Cito.
Kebijakan tersebut secara langsung memengaruhi mobilitas penumpang Trans Jatim. Dampaknya paling dirasakan oleh masyarakat yang sehari-hari mengandalkan empat titik tersebut sebagai akses utama di pusat Kota Malang.
“Pasti ada pengaruhnya. Penumpang yang biasanya mengakses empat titik itu sementara tidak bisa,” terang Cito.
.jpg)
Bus Trans Jatim Koridor Malang di Halte Stasiun Malang Kota Baru. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq
Meski terjadi penyesuaian, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur memastikan layanan Bus Trans Jatim tetap beroperasi seperti biasa di koridor lainnya. Pembatasan hanya diterapkan pada titik yang dinilai berisiko tinggi mengalami kepadatan lalu lintas.
“Operasional tetap jalan. Yang tidak dilalui hanya empat titik itu karena di lokasi tersebut diperkirakan terjadi kepadatan tinggi,” pungkas Cito.
Stadion Gajayana Kota Malang sendiri menjadi pusat Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7–8 Februari 2026. Acara keagamaan berskala nasional ini diperkirakan dihadiri hingga 100 ribu jemaah dari berbagai daerah, terutama Jawa Timur, dan berpotensi mengubah pola lalu lintas di jantung kota.