Waspada Hoaks Tentang DPR, Puan Ajak Masyarakat Cermat Bermedia Sosial

Ketua DPR Puan Maharani. Tangkapan layar.

Waspada Hoaks Tentang DPR, Puan Ajak Masyarakat Cermat Bermedia Sosial

Husen Miftahudin • 14 August 2026 15:44

Jakarta: Ketua DPR Puan Maharani menyoroti beredarnya sejumlah informasi keliru mengenai DPR RI di ruang digital. Informasi tersebut antara lain berupa kutipan palsu yang mengatasnamakan pimpinan atau anggota DPR, informasi mengenai sikap DPR dalam pembahasan rancangan undang-undang (RUU), hingga penggunaan video lama dengan narasi baru yang tidak sesuai konteks.

"DPR RI menemukan berbagai informasi yang tidak benar, seperti kutipan palsu yang mengatasnamakan pimpinan atau anggota DPR, informasi keliru mengenai sikap DPR terhadap pembahasan Rancangan Undang-Undang, serta penggunaan video lama dengan narasi baru yang tidak sesuai konteks," kata Puan dalam Pembukaan Masa Sidang I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Puan mengatakan kondisi tersebut perlu disikapi secara bijaksana dan proporsional. Menurut dia, kritik, aspirasi, dan pengawasan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam demokrasi.

"Kondisi tersebut perlu disikapi dengan bijaksana dan proporsional. Kritik, aspirasi, dan pengawasan masyarakat merupakan bagian penting dari demokrasi yang harus dihormati," ujar dia.

Di sisi lain, Puan menekankan informasi yang keliru perlu segera diluruskan secara terbuka dan berdasarkan fakta. "Pada saat yang sama, informasi yang keliru perlu diluruskan secara cepat, terbuka, dan berdasarkan fakta," kata Puan.

DPR dan Rakyat Jangan Dipertentangkan

Puan menegaskan DPR dan masyarakat tidak semestinya ditempatkan sebagai dua pihak yang saling berhadapan. Sebagai lembaga perwakilan rakyat, DPR memiliki tanggung jawab untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat.

"DPR RI dan rakyat tidak semestinya diposisikan sebagai dua pihak yang saling berhadapan, bahkan dipertentangkan," tegasnya.

Menurut Puan, kedekatan DPR dengan masyarakat perlu dibangun melalui keterbukaan, kesediaan mendengar aspirasi, komunikasi, serta kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Puan mengatakan terciptanya ruang digital yang sehat membutuhkan peran serta kedewasaan seluruh pihak. Masyarakat diharapkan lebih cermat ketika menerima dan menyebarkan informasi.

Ilustrasi. Dok Medcom.id.

Jaga Ruang Digital yang Sehat 

Ketua DPR menekankan, media dan platform digital mesti menjalankan tanggung jawab dalam menyajikan informasi. DPR dan lembaga negara juga perlu terus memperkuat transparansi serta memperbaiki komunikasi publik.

"Karena itu, menjaga ruang digital yang sehat membutuhkan peran dan kedewasaan semua pihak. Masyarakat diharapkan semakin cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi; media dan platform digital harus semakin bertanggung jawab," ujar dia.

Puan menambahkan DPR dan lembaga negara perlu merespons kritik secara terbuka serta meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja. "Perbedaan politik adalah wajar dalam berdemokrasi," tegas Puan.

(Husen Miftahudin)