Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Mentarimulia.co.id
Wall Street Melejit di Tengah Optimisme Investor
Husen Miftahudin • 6 January 2026 08:52
New York: Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street menutup perdagangan pertama minggu ini dengan catatan positif pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), dengan kembalinya optimisme di kalangan investor
Mengutip Xinhua, Selasa, 6 Januari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 594,79 poin, atau 1,23 persen, menjadi 48.977,18. Indeks S&P 500 bertambah 43,58 poin, atau 0,64 persen, menjadi 6.902,05. Sementara indeks Komposit Nasdaq meningkat 160,19 poin, atau 0,69 persen, menjadi 23.395,82.
Kepala Strategi Investasi di CFRA Research Sam Stovall mengungkapkan, pada dasarnya pasar akan fokus untuk menginvestasikan kembali uang mereka setelah melakukan pengurangan pajak atas kerugian investasi, melakukan penyesuaian portofolio pada akhir 2025, dan kemudian membeli kembali saham pada awal 2026.
"Para investor masih fokus pada apa yang kemungkinan akan dilakukan The Fed, dan apa yang akan terjadi pada laba perusahaan. Sejauh ini, lingkungan pasar masih cenderung mengambil risiko," tambah Stovall.
| Baca juga: Mengawali 2026, Wall Street Naik Tipis |

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Pergerakan saham: Chevron naik 5,1%
Di antara saham-saham individual, Chevron naik 5,1 persen, sementara Exxon Mobil bertambah 2,21 persen. Perusahaan jasa ladang minyak mengalami peningkatan yang lebih tajam, dengan Halliburton dan SLB masing-masing naik 7,84 persen dan hampir sembilan persen.
Di sektor teknologi, investor mengalihkan perhatian mereka ke pameran besar CES yang akan datang di Las Vegas, meskipun terjadi fluktuasi kecil pada saham produsen chip utama pada Senin. Saham Advanced Micro Devices kehilangan keuntungan awal dan turun 1,07 persen sebelum pameran dimulai.
Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun, yang memengaruhi suku bunga pada berbagai pinjaman komersial dan konsumen, turun di bawah 4,16 persen dari penutupan Jumat lalu di sekitar 4,19 persen.
Wall Street kini bersiap menghadapi gelombang data ekonomi yang signifikan setelah jeda liburan, dengan laporan data ketenagakerjaan non-pertanian periode Desember dijadwalkan akan dirilis pada Jumat mendatang.