Inflasi Jadi Sorotan The Fed, Investor Kripto Diminta Cermati Pasar

Ilustrasi aset kripto. Foto: financialcrimeacademy.org

Inflasi Jadi Sorotan The Fed, Investor Kripto Diminta Cermati Pasar

Husen Miftahudin • 9 October 2026 06:15

Jakarta: Catatan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis Federal Reserve Amerika Serikat pada 7 Oktober 2026 menunjukkan inflasi masih menjadi perhatian para pembuat kebijakan. Dokumen tersebut merangkum hasil rapat FOMC pada 15-16 September 2026 yang memutuskan kenaikan suku bunga acuan menjadi 3,75 persen sampai 4,00 persen.

Mayoritas pejabat The Fed juga menilai masih terdapat kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir 2026. Sikap tersebut antara lain dipengaruhi tingkat inflasi yang masih berada di atas target The Fed sebesar dua persen.

Meski demikian, keputusan kebijakan moneter selanjutnya masih bergantung pada perkembangan data ekonomi, dinamika geopolitik, serta keseimbangan risiko terhadap perekonomian Amerika Serikat.

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan investor perlu mencermati perkembangan tersebut secara menyeluruh dan tidak menjadikan satu keputusan atau indikator ekonomi sebagai satu-satunya acuan dalam membaca pergerakan pasar kripto.

"Catatan rapat FOMC menunjukkan inflasi masih menjadi perhatian The Fed. Namun, pergerakan aset kripto dipengaruhi banyak faktor, mulai dari likuiditas global, kondisi ekonomi, regulasi, hingga dinamika masing-masing aset. Karena itu, investor perlu melihat konteks yang lebih luas dan tidak bertumpu pada satu indikator ekonomi," ujar Aloysia dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 9 Oktober 2026.

Menjelang rapat FOMC berikutnya pada 27-28 Oktober 2026, perekonomian Amerika Serikat masih dinilai tumbuh solid dengan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif stabil. Bagi investor, perubahan ekspektasi terhadap arah suku bunga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi likuiditas dan minat terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.

Karena itu, perkembangan data ekonomi AS masih menjadi perhatian pasar untuk melihat arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.
 



(Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian. Foto: dok Indodax)
 

Transaksi kripto domestik meningkat


Di pasar domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah konsumen pedagang aset keuangan digital dan kripto mencapai 23,21 juta pada Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat 1,23 persen dibandingkan Juli 2026.

Nilai transaksi aset kripto pada periode yang sama mencapai Rp23,16 triliun atau meningkat 12,87 persen secara bulanan. Sementara itu, volume transaksi Indodax mencapai Rp9 triliun pada Agustus 2026, naik sekitar 20 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Aloysia mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan aset kripto domestik tetap berjalan di tengah dinamika kebijakan dan pasar global. Namun, peningkatan partisipasi masyarakat perlu diikuti pemahaman yang memadai mengenai karakteristik aset kripto dan manajemen risiko.

"Melihat partisipasi masyarakat yang terus bertumbuh secara positif menunjukkan bahwa aset kripto semakin menjadi bagian penting dari perekonomian nasional. Namun, hal ini juga menjadi pengingat bahwa investor tetap perlu melakukan riset mandiri, memahami risiko, dan tidak hanya berorientasi pada pergerakan pasar jangka pendek," tambah dia.

Indodax juga mendorong peningkatan literasi mengenai aset kripto dan blockchain melalui Indodax Academy. Edukasi tersebut mencakup berbagai materi untuk membantu masyarakat memahami karakteristik aset kripto serta risiko dalam berinvestasi.

(Husen Miftahudin)